Menu

Mode Gelap
Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi Istana Tanggapi Mens Rea: Nikmati sebagai Stand Up Comedy Pererat Sinergi, LSM Garda Timur Indonesia Jalin Silaturahmi dengan Kodaeral VIII Manado Melalui Letkol Rudy Strategi Prabowo Biayai Program Besar: Dari Hilirisasi-Sita Kebun Sawit Ilegal Program Sekolah Rakyat untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan Pegawai SPBG Mudah Jadi ASN, Guru Honorer Puluhan Tahun Terabaikan

POLITIK

PDIP Tidak Mau Masuk Kabinet Prabowo karena Ada Gibran

badge-check


					Foto: dok. Kompas Perbesar

Foto: dok. Kompas

INAnews.co.id, JakartaPengamat politik Rocky Gerung mengungkap alasan di balik keputusan PDIP tidak bergabung dalam kabinet Prabowo. Menurutnya, kehadiran Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden menjadi faktor utama yang membuat Megawati Soekarnoputri menolak berkoalisi.

“Masih ada soal Gibran di situ. Itu juga penunjuk bahwa Megawati konsisten – bahwa satu pemerintahan yang di dalamnya ada cacat bawaan tentu tidak ingin dilayani atau diservis oleh Megawati,” tegas Rocky, Kamis, lewat channel YouTube-nya.

Rocky menjelaskan bahwa “cacat bawaan” tersebut berasal dari apa yang disebutnya sebagai “dinasti Jokowi yang membelot atau berkhianat pada Ibu Mega.”

Dalam pandangan Rocky, Megawati tidak ingin tercatat dalam sejarah sebagai pihak yang pernah berkolaborasi dengan orang yang “hendak membegal partainya” dan “menghancurkan dari dalam PDIP.”

“Jokowi-Gibran tentu adalah bagian yang tidak mungkin dinegosiasikan dengan Megawati. Mega ingin bersih, tidak ingin dicatat dalam sejarah sebagai pernah berkolaborasi,” ungkap Rocky.

Keputusan ini dinilai Rocky sebagai bentuk konsistensi ideologis PDIP yang tidak mau berkompromi dengan prinsip-prinsip partai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi

26 Januari 2026 - 18:43 WIB

Program Sekolah Rakyat untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan

26 Januari 2026 - 15:43 WIB

Pegawai SPBG Mudah Jadi ASN, Guru Honorer Puluhan Tahun Terabaikan

26 Januari 2026 - 14:43 WIB

Populer POLITIK