INAnews.co.id, Jakarta– Menjelang pidato Nota Keuangan pada 16 Agustus 2025, Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menuntut Presiden untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap kesejahteraan pekerja. ASPIRASI menekankan bahwa pidato tersebut harus lebih dari sekadar data ekonomi, melainkan kebijakan konkret yang langsung berdampak positif.
“Pidato Nota Keuangan adalah momen krusial bagi Presiden Prabowo Subianto untuk membuktikan keberpihakannya pada jutaan pekerja. Kesejahteraan mereka adalah pilar utama bagi ekonomi nasional,” kata Presiden ASPIRASI, Mirah Sumirat dalam keterangannya, Rabu.
ASPIRASI merumuskan 7 Harapan Utama Pekerja untuk Pemerintah, antara lain:
1. Menjaga Daya Beli: Mengendalikan harga kebutuhan pokok untuk menekan inflasi.
2. Upah Minimum yang Adil: Mengacu pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL), bukan hanya inflasi.
3. Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas: Membatasi outsourcing dan kontrak jangka pendek yang merugikan.
4. Memperkuat Jaminan Sosial: Meningkatkan layanan BPJS dan memberikan subsidi iuran.
5. Perlindungan Pekerja Migran dan Informal: Memberdayakan pekerja sektor informal dan melindungi pekerja migran.
6. Dialog Sosial yang Efektif: Melibatkan serikat pekerja dalam perumusan kebijakan strategis.
7. Penyelarasan Pendidikan dan Industri: Menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja.
ASPIRASI berharap poin-poin ini menjadi prioritas dalam kebijakan ekonomi pemerintah dan tercermin dalam pidato kenegaraan.






