INAnews.co.id, Jakarta– Reformasi kepolisian yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto harus dimulai dari kepemimpinan tertinggi, bukan hanya perbaikan sistem. Demikian penegasan Prof. Siti Zuhro yang mengkritik pengelolaan Polri selama ini.
“Di Indonesia yang sangat mengedepan itu bukan hanya sistem. Sistem baru bisa ditegakkan ketika peran leadership sangat kuat. Komitmen untuk melakukan perbaikan di tubuh Polri biasanya didrive oleh Polri-1,” jelasnya dalam wawancara dengan Abraham Samad, Ahad (14/9/2025).
Kasus Ferdy Sambo yang berkelindan dengan judi dan narkoba disebut sebagai cerminan buruknya pengelolaan internal Polri. “Itu sudah menunjukkan bahwa di internal ini enggak beres. Pertanyaan publik: apa ini peran dari pemimpin tertinggi di Polri?” kritik Siti Zuhro.
Yang lebih mengkhawatirkan, dugaan campur tangan Polri dalam urusan politik dan pemilu telah menciptakan citra buruk institusi penegak hukum. Munculnya istilah “parcok” dinilai sangat tidak elegan untuk organisasi yang seharusnya professional dan mengayomi masyarakat.






