Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

TNI/POLRI

Pakar: Reformasi Polri Harus Dimulai dari Pucuk Pimpinan, Bukan Sekedar Sistem

badge-check


					Foto: dok. Geotimes Perbesar

Foto: dok. Geotimes

INAnews.co.id, Jakarta– Reformasi kepolisian yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto harus dimulai dari kepemimpinan tertinggi, bukan hanya perbaikan sistem. Demikian penegasan Prof. Siti Zuhro yang mengkritik pengelolaan Polri selama ini.

“Di Indonesia yang sangat mengedepan itu bukan hanya sistem. Sistem baru bisa ditegakkan ketika peran leadership sangat kuat. Komitmen untuk melakukan perbaikan di tubuh Polri biasanya didrive oleh Polri-1,” jelasnya dalam wawancara dengan Abraham Samad, Ahad (14/9/2025).

Kasus Ferdy Sambo yang berkelindan dengan judi dan narkoba disebut sebagai cerminan buruknya pengelolaan internal Polri. “Itu sudah menunjukkan bahwa di internal ini enggak beres. Pertanyaan publik: apa ini peran dari pemimpin tertinggi di Polri?” kritik Siti Zuhro.

Yang lebih mengkhawatirkan, dugaan campur tangan Polri dalam urusan politik dan pemilu telah menciptakan citra buruk institusi penegak hukum. Munculnya istilah “parcok” dinilai sangat tidak elegan untuk organisasi yang seharusnya professional dan mengayomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

9 Januari 2026 - 21:57 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Populer POLITIK