Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

KEUANGAN

Prabowo Klaim 11 Bulan Pemerintahannya Hemat Rp300 Triliun

badge-check


					Foto: dok. edukasi integrasi Perbesar

Foto: dok. edukasi integrasi

INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintahannya telah berhasil menghemat minimal Rp300 triliun dalam 11 bulan masa kepemimpinannya melalui pemberantasan korupsi dan penutupan kebocoran anggaran.

“Kita telah menyelamatkan minimal Rp300 triliun. Rp300 triliun inilah yang kita pakai untuk makan bergizi gratis,” ungkap Prabowo di hadapan peserta Munas ke-VI PKS, Senin (29/9/2025).

Dana tersebut digunakan untuk program makan bergizi gratis yang kini telah menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat, terdiri dari anak-anak dan ibu hamil.

Prabowo membandingkan capaian Indonesia dengan Brasil yang memerlukan 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. “Kita 11 bulan sudah 30 juta,” katanya dengan bangga.

Meski mengakui ada kekurangan, termasuk kasus keracunan makanan, Prabowo menyatakan tingkat penyimpangan atau kesalahan hanya 0,0017 persen dari total distribusi.

Program ini ditargetkan akan menciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru pada Januari-Februari 2026 dan menghidupkan ekonomi desa. “Di puncaknya tahun depan, kita akan gelontorkan Rp 335 triliun ke desa-desa,” jelasnya.

Dengan konsep velocity of money, Prabowo memperkirakan uang Rp300 triliun tersebut dapat menciptakan aktivitas ekonomi senilai Rp 600-900 triliun di pedesaan.

Namun Prabowo mengakui masih ada 52 juta anak dan ibu hamil yang menunggu, dari target total 82 juta penerima manfaat. “Sebagai Presiden, saya masih sangat sedih karena masih 52 juta anak-anak dan ibu hamil yang menunggu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL