Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

KEUANGAN

Prabowo Klaim 11 Bulan Pemerintahannya Hemat Rp300 Triliun

badge-check


					Foto: dok. edukasi integrasi Perbesar

Foto: dok. edukasi integrasi

INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintahannya telah berhasil menghemat minimal Rp300 triliun dalam 11 bulan masa kepemimpinannya melalui pemberantasan korupsi dan penutupan kebocoran anggaran.

“Kita telah menyelamatkan minimal Rp300 triliun. Rp300 triliun inilah yang kita pakai untuk makan bergizi gratis,” ungkap Prabowo di hadapan peserta Munas ke-VI PKS, Senin (29/9/2025).

Dana tersebut digunakan untuk program makan bergizi gratis yang kini telah menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat, terdiri dari anak-anak dan ibu hamil.

Prabowo membandingkan capaian Indonesia dengan Brasil yang memerlukan 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. “Kita 11 bulan sudah 30 juta,” katanya dengan bangga.

Meski mengakui ada kekurangan, termasuk kasus keracunan makanan, Prabowo menyatakan tingkat penyimpangan atau kesalahan hanya 0,0017 persen dari total distribusi.

Program ini ditargetkan akan menciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru pada Januari-Februari 2026 dan menghidupkan ekonomi desa. “Di puncaknya tahun depan, kita akan gelontorkan Rp 335 triliun ke desa-desa,” jelasnya.

Dengan konsep velocity of money, Prabowo memperkirakan uang Rp300 triliun tersebut dapat menciptakan aktivitas ekonomi senilai Rp 600-900 triliun di pedesaan.

Namun Prabowo mengakui masih ada 52 juta anak dan ibu hamil yang menunggu, dari target total 82 juta penerima manfaat. “Sebagai Presiden, saya masih sangat sedih karena masih 52 juta anak-anak dan ibu hamil yang menunggu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

25 Februari 2026 - 20:45 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

25 Februari 2026 - 16:05 WIB

Populer POLITIK