Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Kabinet Merah Putih Terkuat Sejak Era Orde Baru

badge-check


					Foto: Presiden Prabowo menyebutkan nama-nama menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Ahad (20/10/2024) malam/tangkapan layar Perbesar

Foto: Presiden Prabowo menyebutkan nama-nama menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Ahad (20/10/2024) malam/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo memiliki 11 politisi berlatar belakang militer menduduki posisi menteri dan wakil menteri, jumlah terbesar sejak era reformasi.

YLBHI mencatat besarnya kekuasaan faksi militer di lingkaran eksekutif ini menjadi konsekuensi dari kontrol berlebihan TNI terhadap ruang-ruang sipil.

Mereka adalah: Menko Polkam Budi Arie Setiadi, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menlu Sugiono, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, Wamenko Polkam Lodewijk Fiederich Paulus, Wamen Setneg Bambang Eko Suharyanto, Wamenhan Donny Ermawan, Wamen KKP Didit Herdiawan, Wamen ATR-BPN Ossy Dermawan, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Ini masalah serius. Hingga kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, posisi menteri pertahanan pun tak diisi oleh orang dengan latar belakang militer,” kritik YLBHI dalam siaran persnya, Sabtu (4/10/2025).

Dominasi militer juga terlihat di BUMN. Direktur Bulog dijabat militer aktif, Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya (kini digantikan Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani). Komandan Satgas Swasembada Pangan juga Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, sementara di daerah dijabat komandan Kodim setempat.

Siapnya militer mengambil alih ruang sipil ini tidak terlepas dari struktur komando teritorial yang kini malah diperkuat dengan pembentukan Kodam baru di setiap provinsi.

“Pemerintah berbalik arah dari cita-cita reformasi yang memandatkan dihapuskannya negara di dalam negara,” tegas YLBHI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

9 Januari 2026 - 21:57 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Populer POLITIK