Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Program Pemagangan Dikritisi Partai Buruh

badge-check


					Program Pemagangan Dikritisi Partai Buruh Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengkritik keras program pemagangan pemerintah yang menawarkan upah setara UMP bagi sarjana fresh graduate, menyebutnya sebagai bentuk penghinaan terhadap lulusan perguruan tinggi.

“Silakan diberi judul: Pemagangan Menghina Lulusan Sarjana,” ujar Said Iqbal tegas dalam konferensi pers Senin (13/10/2025).

Iqbal menyoroti tiga alasan utama. Pertama, sarjana yang susah payah kuliah di universitas ternama justru mendapat upah rendah. Kedua, lulusan sarjana ditempatkan pada pekerjaan UMKM yang seharusnya bukan untuk mereka.

“Masa Toyota gaji sarjana cuma 2 juta? Toyota Karawang, Panasonic Bekasi gaji sarjana 2 juta—kelewatan,” katanya.

Ketiga, sarjana dengan latar belakang pendidikan tinggi malah disuruh melakukan pekerjaan seperti menyekrup, menyupir forklift, atau menyapu.

Iqbal juga mengkritik simpang siur informasi antara Seskab Teddy Indra Wijaya yang menyebut upah berdasarkan UMK, sementara Menko Airlangga dan Menaker Yassierli menyebut UMP.

“Program ini kapitalisasi dari Airlangga. Presidennya tidak dijelaskan secara utuh oleh Menaker dan Wamenaker,” kritik Iqbal.

Ia menyarankan agar sarjana mempertimbangkan kembali program tersebut karena dinilai merendahkan pendidikan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL