Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Sudah Tampil, Belum Dibayar: Kisah Seniman Lokal di Panggung HUT Kota Baubau

badge-check


					Suasana konser perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-484 Kota Baubau dan HUT ke-24 Baubau sebagai daerah otonom di pelataran Kotamara, Kecamatan Batupoaro, Selasa malam (14/10/2025). Acara ini menghadirkan sejumlah penampil lokal dan artis ternama. (Foto: Dok. Muhammad Yunan) Perbesar

Suasana konser perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-484 Kota Baubau dan HUT ke-24 Baubau sebagai daerah otonom di pelataran Kotamara, Kecamatan Batupoaro, Selasa malam (14/10/2025). Acara ini menghadirkan sejumlah penampil lokal dan artis ternama. (Foto: Dok. Muhammad Yunan)

INAnews.co.id, Baubau – Panggung perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-484 Kota Baubau dan HUT ke-24 Baubau sebagai daerah otonom pada 14 Oktober 2025 lalu berlangsung meriah. Namun, di balik kemegahan acara di pelataran Kotamara itu, tersisa cerita lain, para penampil lokal yang belum menerima bayaran.

‎Salah satu perwakilan komunitas hip-hop Baubau, Rizal Adewa, mengungkapkan bahwa hingga akhir Oktober, honor mereka belum juga dibayarkan oleh pihak penyelenggara.

‎“Kami tampil di acara HUT Kota Baubau tanggal 14 Oktober. Sekarang sudah 31 Oktober, tapi pembayaran belum juga jelas. Kami sudah hubungi Event Organizernya (EO), tapi tidak dibalas,” ujar Rizal, Jumat (31/10/2025).

‎Rizal menyebut, kelompoknya yang terdiri dari lima orang penampil sudah resmi masuk dalam rundown acara dengan honor sebesar Rp2,5 juta, atau Rp500 ribu per orang. Namun, setelah dua minggu berlalu, belum ada kepastian soal pembayaran.

‎“Kami ini bukan tampil tambahan. Nama kami ada dalam rundown resmi. Kami hanya minta kejelasan, bukan malah diabaikan seperti ini,” tegasnya.

‎Selain grup hip-hop tersebut, pihak lain seperti Liaison Officer (LO) yang mendampingi artis Zein Panzer juga disebut belum menerima bayaran, termasuk tenaga pendukung seperti tukang urut yang membantu di lokasi acara.

‎“Untuk LO Zein Panzer, honornya Rp1,5 juta, dan tukang urut Rp100 ribu. Jadi total sekitar Rp4,1 juta yang belum diselesaikan,” jelas Rizal.

‎Ia berharap Pemerintah Kota Baubau maupun panitia penyelenggara HUT dapat memberikan penjelasan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada seluruh pelaku seni yang terlibat.

‎“Kami tampil untuk memeriahkan ulang tahun kota tercinta. Tapi jangan sampai seniman lokal justru merasa tidak dihargai,” tutup Rizal.

‎Hingga berita ini terbit, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Event Organizer (EO) dan panitia penyelenggara HUT Baubau untuk meminta tanggapan terkait persoalan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango

9 Januari 2026 - 18:59 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Pantai Pohon Cinta, Ikon Wisata Favorit di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo

8 Januari 2026 - 16:13 WIB

Populer DAERAH