Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

80 Persen Lebih Publik Dukung Soeharto Pahlawan Nasional

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Survei Lembaga KedaiKOPI yang dilakukan 5-7 November 2025 terhadap 1.213 responden mengungkap mayoritas besar publik Indonesia mendukung pengangkatan mantan Presiden Soeharto (80,7%) dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (78%) sebagai Pahlawan Nasional, namun dengan alasan yang sangat berbeda.

Dukungan terhadap Soeharto didominasi oleh narasi keberhasilan ekonomi: 78% responden menyebut swasembada pangan, 77,9% pembangunan Indonesia, dan 63,2% stabilitas harga sembako dan biaya pendidikan murah.

Sementara Gus Dur didukung karena berhasil mengawal toleransi dan demokrasi (89,1%).

Perbedaan mencolok juga terlihat dari sumber informasi yang membentuk persepsi publik. Pandangan positif terhadap Soeharto paling banyak dipengaruhi buku sejarah/akademik (24,7%) dan kurikulum pendidikan formal (21,7%).

Sebaliknya, persepsi terhadap Gus Dur lebih banyak dibentuk media massa mainstream (31,2%) dan media sosial (24,2%).

Bagi 15,7% responden yang menolak Soeharto, alasan terbesar adalah kasus korupsi, kolusi, nepotisme (88%), pembungkaman kebebasan pers dan berpendapat (82,7%), serta pelanggaran HAM (79,6%).

Untuk Gus Dur, 13,7% yang tidak mendukung beralasan belum merasakan kinerjanya (54,8%) dan masih ada tokoh lain yang lebih layak (47,6%).

Dukungan terhadap Soeharto tertinggi di kalangan Gen X (45-60 tahun) yang mengalami masa Orde Baru, sementara Gus Dur paling didukung Gen Z (87,8%) yang mengenal sosoknya melalui narasi toleransi dan demokrasi.

Survei dilakukan secara online dengan metode CASI terhadap warga Indonesia usia 17-60 tahun di seluruh Indonesia, dengan mayoritas responden berpendidikan menengah-tinggi (84,8%) dan beragama Islam (94,6%).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL