INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo menempatkan empat figur kunci untuk memberantas serakah-nomic, menurut pengamat politik Said Didu. Keempatnya adalah Jenderal (Purn) Sjafrie Sjasamsoeddin (Menhan) Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Direktur Utama Danantara Roslan, dan Menteri Keuangan Purbaya.
Didu menjelaskan Menhan melalui Program Penertiban Kawasan Hutan (PKH) mengambil alih aset negara yang diambil ilegal oligarki, mencakup 5 juta hektar kelapa sawit dan 5 juta hektar tambang. “Yang menarik, program ini tidak melibatkan polisi. Mungkin Prabowo sudah tahu oligarki dilindungi polisi,” ungkap Didu.
Amran Sulaiman ditugaskan memberantas serakah-nomik di pertanian dengan menahan ketat ekspor-impor pangan. “Menteri Perdagangan sepertinya mengumpet, tidak pernah muncul. Yang mengambil alih pemberantasan serakah-nomic di bidang pangan adalah Amran Sulaiman,” kata Didu.
Sementara Danantara dipimpin Roslan diminta mendirikan kembali BUMN peternakan untuk melawan oligarki yang menguasai 80 persen peternakan ayam. Menteri Keuangan bertugas memberantas ekonomi ilegal terutama penyelundupan dan pajak.






