Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

BUDAYA

Franz Magnis Suseno Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto tak Layak

badge-check


					Foto: Franz Magnis Suseno/tangkapan layar Perbesar

Foto: Franz Magnis Suseno/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Pastor Franz Magnis Suseno memberikan penilaian tajam tentang rekam jejak Soeharto yang dianggap tidak layak menerima gelar pahlawan nasional.

“Tidak bisa disangkal bahwa Soeharto yang paling bertanggung jawab atas genosida, satu dari lima genosida terbesar umat manusia di abad ke-20, yaitu pembunuhan sesudah 1965-66 antara 800.000 hingga, menurut Sarwoedi yang sangat aktif, 3 juta orang,” kata Romo Magnis dalam konferensi pers di Kantor YLBHI, Selasa (4/11/2025).

Rohaniwan berusia 88 tahun ini mengakui jasa Soeharto dalam membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi dan menjadikan Indonesia dihormati secara internasional. Namun, ia menegaskan bahwa dari seorang pahlawan nasional dituntut lebih dari sekadar prestasi ekonomi.

“Dari seorang pahlawan nasional dituntut bahwa ia tidak melakukan hal-hal yang jelas melanggar etika dan mungkin juga jahat,” ujarnya.

Romo Magnis juga menyoroti korupsi masif yang dilakukan Soeharto. “Dia melakukan korupsi besar-besaran. Dia memperkaya keluarga, dia memperkaya orang-orang yang dekatnya, memperkaya dirinya sendiri. Itu bukan pahlawan nasional,” tegasnya.

“Dari seorang pahlawan nasional diharapkan bahwa dia tanpa pamrih memajukan bangsa dan tidak mau beruntung sendiri. Bagi saya ini alasan yang sangat kuat bahwa Soeharto jangan dijadikan pahlawan nasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL