Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

SOSIAL

Modus Mafia Tanah

badge-check


					Foto: Prof Mahfud MD/tangkapan layar Perbesar

Foto: Prof Mahfud MD/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Menko Polhukam Mahfud MD membongkar modus operandi mafia tanah yang sistematis di Indonesia. Bahkan tokoh sekaliber Jusuf Kalla pun menjadi korban serobotan tanah seluas 16.000 hektar yang telah dimilikinya sejak 35 tahun lalu.

Dalam podcast Terus Terang, Selasa (10/11/2025), Mahfud menjelaskan pola kejahatan mafia tanah: memalsukan sertifikat, lalu memaksa pemilik asli menggugat ke pengadilan. “Mereka buat sertifikat palsu dulu, terus suruh yang asli gugat ke pengadilan. Nanti kalah,” ungkap Mahfud.

Ia menyebut pertanahan sebagai salah satu sentra korupsi terbesar di Indonesia, bersama pajak, bea cukai, dan pertambangan. Mahfud mengungkap kasus mengerikan: rakyat kecil yang tanahnya dijadikan hotel malah diusir polisi saat melapor, bahkan ada yang dipenjara karena dituduh menyerobot tanahnya sendiri.

“Sekelas Pak JK saja dibegitukan, gimana orang kecil?” tegas Mahfud, berharap Presiden Prabowo yang sensitif terhadap nasib rakyat kecil bisa menyelesaikan masalah kolosal ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

25 Februari 2026 - 20:45 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

25 Februari 2026 - 16:05 WIB

Populer POLITIK