INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Said Didu menyatakan praktik serakah-nomik tumbuh subur pada masa pemerintahan Joko Widodo. Kini Presiden Prabowo berupaya membersihkan warisan tersebut dengan konsep ekonomi yang bertentangan dengan serakah-nomic.
“Serakah-nomik lahir sangat subur saat Presiden Joko Widodo,” ungkap Didu dalam video di kanal YouTube-nya, Rabu (26/11).
Didu menjelaskan Prabowo yang berhaluan sosialis seperti ayahnya, menerapkan konsep ekonomi sesuai konstitusi yang mengarah pada sosialisme, bukan kapitalisme. Serakah-nomik dinilai bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Namun Didu menyayangkan penegakan hukum yang ternodai ketidakmampuan mengeksekusi Sjamsul Nursalim dan menangkap Reza Chalid. Ia membandingkan dengan era SBY yang berhasil menangkap bendahara partainya hingga ke Amerika Latin.
“Jika Prabowo berhasil memberantas serakah-nomik, pertumbuhan ekonomi akan terjadi dan ekonomi bisa dikembalikan dari penguasaan oligarki kepada rakyat sesuai yang ditulis dalam buku Paradoks Indonesia,” pungkas Didu.






