INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Sekjen Kementerian BUMN Said Didu memberikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto terkait ancaman terhadap agenda pemulihan kedaulatan ekonomi nasional. Dalam wawancara yang tayang Kamis (4/12/2025), Said Didu menyebut Prabowo akan berhadapan dengan lima kekuatan besar: Solo (keluarga Jokowi), Oligarki, Parpol (partai politik korup), Bintang (perwira tinggi), dan Partai.
“Pak Prabowo akan menghadapi SOPBP: Solo, oligarki, parpol, bintang, dan partai. Kalau ini berhasil menumbangkan Prabowo, maka negara Indonesia hilang,” ujar Said Didu.
Menurutnya, penertiban kawasan IMIP Morowali oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin merupakan langkah awal Prabowo mengangkat bendera perang melawan oligarki dan asing untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi.
Said Didu menilai hanya Prabowo yang berani berhadapan langsung dengan oligarki, berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya. Ia menyebut BJ Habibie sempat mencoba namun waktunya terlalu singkat, sementara Soeharto justru mengendalikan oligarki, bukan melawannya.
“Baru kali ini ada presiden yang berani mengangkat bendera perang kepada oligarki. Tidak ada yang lain, baru dia,” kata Said Didu.
Ia juga mengingatkan pernyataan Menkeu Purbaya tentang potensi penggantian rezim jika ekonomi tidak membaik di 2026 sebagai sinyal adanya konsolidasi kekuatan anti-Prabowo.






