INAnews.co.id, Jakarta– Generasi muda Jakarta mengeluhkan minimnya ruang publik gratis yang nyaman untuk berkumpul, berbeda dengan kota-kota lain seperti Singapura, Jepang, atau Vietnam.
“Kalau pengin hangout tuh, mahal banget. Pasti kita harus bayar kayak di restoran lah, kafe atau apa segala. Soalnya opsi-opsi yang di mana bisa hangout atau ya hangout dengan nyaman itu tuh sangat terbatas,” ungkap Abigail, salah satu peserta diskusi, dilihat kanal YouTube Anies, Selasa.
Dia menyebutkan di negara lain banyak museum gratis dan perpustakaan umum yang buka hingga malam sebagai tempat rekreasi dan memperkaya diri tanpa harus membayar.
Abigail juga menyoroti kondisi trotoar Jakarta yang perlu diperlebar agar nyaman untuk berjalan kaki, yang bisa menghidupkan kembali ruko-ruko mati karena akses sulit.
Jurnalis senior Aiman Witjaksono menegaskan hal serupa, menyebutkan perbaikan kabel dan trotoar sebagai “quick wins” yang paling bisa dirasakan masyarakat untuk mengubah wajah Jakarta.






