Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Anggaran BNPB 2026 Tidak Sampai 500 Miliar, tak Serius Tangani Bencana

badge-check


					Foto: Putusnya jembatan jalur wisata Pelabuhan Ratu - Geopark Ciletuh 7 Desember 2024, dok. tempo Perbesar

Foto: Putusnya jembatan jalur wisata Pelabuhan Ratu - Geopark Ciletuh 7 Desember 2024, dok. tempo

INAnews.co.id, Jakarta– Fakta miris terungkap: anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk tahun 2026 tidak sampai Rp500 miliar. Angka ini dinilai mencerminkan ketidakseriusan negara dalam mengantisipasi dan menangani bencana.

“Celakanya kan anggaran untuk BNPB enggak sampai 500 miliar untuk tahun depan 2026. Di konteks politik anggarannya saja bermasalah kan negara ini,” ungkap Melky Nahar (Jatam) dengan nada kecewa saat wawancara eksklusif dengan Akbar Faizal di kanal YouTube @AkbarFaizalUncensored yang ditayangkan Senin (8/12/2024).

Padahal, Indonesia berada di kawasan Ring of Fire (cincin api Pasifik) dengan lempeng tektonik yang selalu aktif. Tanpa hujan sekalipun, bencana pasti akan terjadi. Namun pemerintah tidak pernah mau mengoreksi kebijakan yang keliru.

“Tanpa hujan sekalipun kita ini memang ada di wilayah yang rawan bencana. Kita ada di kawasan ring of fire, cincin api Asia Pasifik dengan lempeng tektonik yang selalu aktif. Celakanya pemerintah enggak pernah mau mengoreksi itu,” jelas Melky.

Bencana ekologis Sumatra dengan korban tewas 950 orang, hilang 674 jiwa, terluka 5.000 orang, 156.000 rumah rusak, belum termasuk kampung dan desa yang hilang, seharusnya menjadi wake up call bagi pemerintah.

Melky mendesak agar bencana ini ditetapkan sebagai bencana nasional, bukan hanya terbatas pada tiga provinsi. “Satu Pulau Sumatra adalah satu ekosistem yang sama. Dan celakanya anggaran untuk BNPB sangat minim,” tegasnya.

Puspa Dewi menambahkan bahwa negara bahkan tidak mengantisipasi siklon tropis yang seharusnya bisa dipecah di laut sebelum mencapai daratan. Kegagalan antisipasi ini memperparah dampak bencana.

Akbar Faizal menyoroti ketimpangan prioritas anggaran negara yang lebih banyak mengalir ke sektor-sektor yang tidak mendesak, sementara mitigasi bencana diabaikan.

Dengan kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana, alokasi anggaran yang memadai untuk BNPB dan mitigasi bencana seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL