INAnews.co.id, Jakarta– Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) bersama mahasiswa dari berbagai kampus mengajak seluruh elemen rakyat menggelar aksi serentak pada 10 Desember mendatang, bertepatan dengan Hari HAM Sedunia.
Sunar dari Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menyatakan momentum ini penting untuk menyuarakan pembebasan 960 aktivis yang masih berstatus tersangka pascaaksi Agustus 2024.
“Yang ditangkap pemerintah bukan aspirasi rakyat, tapi kawan-kawan kita yang menyuarakan aspirasi. Mereka dipenjarakan karena dianggap kriminal,” kata Sunar dalam diskusi menjelang Hari HAM Sedunia yang disiarkan kanal YouTube YLBHI, Selasa (2/12/2025).
Ia menekankan pentingnya konsolidasi gerakan dari tingkat nasional hingga daerah. “Ini bukan hanya Jakarta sentris. Di daerah-daerah, kita harus bawa isu dan tuntutan yang sama,” ujarnya.
Alya dari Solidaritas Mahasiswa Progresif (Sempro) menambahkan, aksi 10 Desember harus menjadi momentum mengekspresikan kemarahan atas berbagai pelanggaran HAM, termasuk pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto yang terbukti terlibat pelanggaran HAM berat.






