INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, melontarkan tuduhan keras terhadap kawasan industri IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) di Morowali, Sulawesi Tenggara. Dalam wawancara dengan Abraham Samad yang diunggah Kamis (4/12/2025), Said Didu menyebut Morowali sebagai “pusat perampokan sumber daya alam yang dilegalisasi pemerintah dan dilindungi penguasa.”
“Morowali itu jauh lebih berbahaya dan lebih tinggi nilai perampokannya daripada Freeport,” ujar Said Didu tegas.
Menurutnya, IMIP mendapat fasilitas istimewa yang tidak wajar: bebas pajak, bebas cukai, bebas memasukkan tenaga kerja asing, hingga memiliki bandara dan pelabuhan khusus tanpa pengawasan bea cukai dan imigrasi. Said Didu yang mengaku telah 15 kali mengunjungi kawasan tersebut sejak 2015 menegaskan, fasilitas luar biasa ini tidak diberikan kepada BUMN seperti Aneka Tambang dan Vale yang beroperasi di wilayah yang sama.
“Semua pihak yang merancang kebijakan ini adalah orang yang bermental pengkhianat,” kata Said Didu.
Ia menilai kedatangan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menurunkan 27.000 pasukan ke Morowali menandakan negara mulai hadir untuk merebut kembali kedaulatan yang sempat diserahkan kepada China.






