INAnews.co.id, Jakarta– Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menyoroti Jakarta yang belum memiliki karakter kota yang kuat layaknya New York atau Barcelona dalam diskusi transformasi kota, yang diunggah kanal YouTube Anies, Selasa.
“Kita bisa bicara tentang New Yorker, kita bisa bicara tentang Barcelona, tapi kita nggak bisa ngomong tentang Jakarta. Beda sekali Condet, Jakarta Timur dengan Jaksel,” ujar Hilmar yang mengaku sebagai “proud East Jakarta”.
Menurut Hilmar, partisipasi kebudayaan harus memiliki tempat besar dalam perencanaan kota agar masyarakat tumbuh dengan karakter. Dia mengkritik musrenbang yang sangat formalistik dan mengusulkan pendekatan berbasis seni agar aspirasi masyarakat bisa tertangkap dengan baik.
Hilmar juga mengingatkan pengalaman kota-kota Eropa seperti Barcelona dan Edinburgh yang kini menolak turis karena serbuan berlebihan, sehingga Jakarta perlu menyeimbangkan antara pariwisata dengan kehidupan bermakna warganya.






