INAnews.co.id, Jakarta– Laznas AQL Peduli memberangkatkan lima truk berisi 20 ton bantuan logistik kemanusiaan untuk korban bencana di tiga provinsi Sumatra: Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Pelepasan bantuan yang dipimpin langsung oleh Pembina Laznas AQL Peduli, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) ini dilakukan di Masjid Baitul Maqdis AQL Islamic Center pada Ahad (14/12/2025) setelah salat Zuhur.
“Orang-orang di sana mengatakan ini lebih berat dari tsunami. Di tsunami itu ketimpa cuma 3 kecamatan dan dalam 2 hari sudah bisa masuk bantuan. Ini ada sekitar 13 kecamatan kota yang satu sama lain tidak gampang terhubung,” ungkap Ustaz Bachtiar Nasir dalam sambutannya.
Bantuan yang dikirim meliputi paket sembako, kurma, susu, kornet, sarden, biskuit, pakaian baru, tikar sajadah, kaos, kelambu untuk dewasa dan anak-anak, mi instan, perlengkapan ibadah, serta penerangan darurat seperti panel surya.
UBN menjelaskan bahwa penanganan bencana kali ini berbeda dengan bencana-bencana sebelumnya. Hingga hari ke-7 dan ke-10, masih banyak wilayah yang belum tersentuh bantuan. Gubernur Aceh bahkan menyatakan banyak korban meninggal bukan karena bencana, melainkan karena kelaparan.
“Khusus Aceh Tamiang, satu kabupaten itu kena semua. Jadi mereka tidak begitu mudah mendapatkan pasokan,” jelasnya.
Untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran, Laznas AQL Peduli menerapkan strategi berbasis masjid dengan assessment terlebih dahulu dari lapangan. Tim telah membuka posko strategis di Medan, tepatnya di Perumahan Johor City, serta posko-posko relawan di Besitang dan Kabupaten Selatan.
Hingga kini, dua masjid telah berhasil dibersihkan dan diaktifkan kembali, termasuk Masjid Al-Ikhlas yang kini dilengkapi dengan dapur umum. Program pemulihan akan berlangsung minimal tiga bulan, meliputi bantuan darurat, healing, hingga pemulihan kesehatan.
UBN mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memulihkan Sumatra, terutama Tamiang yang mengalami kerusakan paling parah dengan sekitar 1.000 korban jiwa dan lebih dari 2.200 fasilitas infrastruktur yang harus diperbaiki.






