Menu

Mode Gelap
Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro FPCI Sebut Tindakan AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional

GAYA HIDUP

Lemak Berbahaya Bukan dari Jumlahnya tapi Lokasinya

badge-check


					Foto: dok. times indonesia Perbesar

Foto: dok. times indonesia

INAnews.co.id, Jakarta– Ade Rai meluruskan mitos tentang lemak dalam tubuh. Menurutnya, lemak yang berbahaya bukan ditentukan dari jumlahnya, melainkan lokasinya di dalam tubuh.

“Lemak yang bahaya sebenarnya bukan jumlahnya, tapi lemak yang bahaya adalah letak atau lokasinya,” ungkap Ade Rai dalam wawancara di kanal YouTube Helmi Yahya Bicara yang diunggah Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan ada dua jenis lemak: subcutaneous fat (lemak di bawah kulit) yang aman, dan visceral fat atau ectopic fat yang berbahaya karena berada di organ tubuh seperti hati.

Ade Rai juga membedakan lemak baik dan buruk dari sumbernya. Lemak baik berasal dari sumber alami seperti kuning telur, daging, ikan, kelapa, dan olive oil. Sedangkan lemak buruk adalah lemak olahan (refined fats) seperti minyak goreng, corn oil, dan margarin yang melalui proses pemanasan tinggi dan bersifat pro-inflamasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Realitas Beban Ganda yang Masih Dihadapi Perempuan Indonesia

7 Januari 2026 - 08:21 WIB

Jangan Makan Buah Berlebihan

31 Desember 2025 - 12:20 WIB

Diabetes Tipe 2 Bisa Disembuhkan

31 Desember 2025 - 08:09 WIB

Populer GAYA HIDUP