Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

SOSIAL

Mahfud Rindu NU Era Kiai Asad-Ali Maksum: Taat Ulama

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Mahfud MD menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik internal PBNU yang kini sudah sampai tahap saling memecat antara Rais Aam Miftachul Akhyar dengan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf.

“Agak susah ini NU ke depan kalau tidak segera melakukan islah. Kalau ini dibiarkan yang di bawah tuh jadi rusak,” ujar Mahfud dalam podcast Terus Terang yang diunggah Selasa (2/12/2024). Ia menyebut lebih dari 100 SK untuk PWNU dan PCNU tertahan di tingkat pusat, sehingga berhubungan dengan pemerintah untuk bantuan dana menjadi terhambat.

Sebagai warga Nahdliyin yang pernah menjadi penasehat GP Ansor dan Ketua Dewan Kehormatan ISNU, Mahfud merindukan NU yang taat pada ulama dan tidak rebutan proyek.

“Saya merindukan NU yang taat pada ulama, tidak rebutan proyek. Kalau dulu zaman itu kan kalau Kiai Asad ngomong udah diam, Kiai Ali Maksum ngomong diam, Kiai Ahmad Siddiq ngomong diam, yang lain semua mendengarkan. Sekarang ini ngomong malah yang ngomong yang diantem balik,” kenangnya.

Ia juga mengungkit bahwa konflik ini berawal dari masalah tambang. Mahfud mencontohkan KH Hasyim Muzadi dulu justru menggugat UU Pertambangan dan Migas agar hasilnya dikelola untuk rakyat, bukan meminta jatah tambang.

“Masa kita mau kayak gitu? Rugi dong, NU terlalu besar untuk dikorbankan dengan hal-hal yang kayak gini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Perkuat Silaturahmi, Kedubes UEA Serahkan Simbol Tradisi dan Persahabatan di Masjid Al-Amin Kemenkeu

23 Februari 2026 - 21:09 WIB

UBN Ajak Bangkitkan Aceh di Ramadan

17 Februari 2026 - 13:25 WIB

BMH: Ramadhan Bahagia dengan Berzakat

16 Februari 2026 - 15:59 WIB

Populer SOSIAL