INAnews.co.id, Jakarta– Menyoroti kontradiksi antara ambisi pertumbuhan ekonomi tinggi (8%) dengan kebijakan fiskal yang dianggap bermasalah, khususnya alokasi anggaran besar untuk program yang belum teruji.
Dalam diskusi catatan akhir tahun INDEF, Direktur Eksekutif Esther Sri Astuti mengkritik tajam alokasi anggaran untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih di tengah ruang fiskal yang terbatas.
Menurutnya, anggaran MBG yang mencapai sekitar Rp300 triliun “cukup fantastis” karena besarnya setara dengan separuh anggaran pendidikan, namun implementasinya kerap bermasalah seperti kasus keracunan dan makanan basi.
Lebih kritis lagi, anggaran untuk Koperasi Merah Putih yang diperkirakan Rp200-400 triliun dinilai sangat riskan karena digelar secara masif tanpa pilot project yang memadai. “Ini sangat fantastis… sangat riskan untuk terjadi kebocoran,” ujar Esther, Senin (29/12/2025).
Ia menegaskan, di tengah target pertumbuhan 8 persen, pemerintah justru mengalihkan sumber daya fiskal yang besar ke program yang belum memiliki mekanisme pengawasan, koordinasi, dan indikator kinerja yang jelas. Kritik ini menguat di tengah realisasi penerimaan pajak yang hanya 78,7 persen dari target dan defisit APBN yang melebar.






