INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu mempertahankan usulannya agar Presiden Prabowo menurunkan ratusan ribu prajurit TNI ke Sumatera pasca-bencana alam, meskipun dikritik sebagai pendekatan militeristik.
“Saya mendukung tentara mengembalikan kedaulatan negeri ini yang sudah diambil oligarki. Mau dibilang militerisme, bagi saya oke aja kalau untuk negara,” kata Said Didu dalam sebuah diskusi di kanal YouTube-nya yang diunggah Selasa (9/12/2025).
Ia berargumen bahwa yang terjadi di Sumatra bukan sekadar pelanggaran hukum tetapi perampokan kedaulatan negara oleh oligarki. Menurutnya, TNI harus turun untuk menyita alat berat dan menghentikan aktivitas pembalakan liar serta pertambangan ilegal, baru kemudian bernegosiasi.
Pendekatan ini menuai pertanyaan: mengapa instrumen penegak hukum sipil tidak diandalkan? Said Didu secara implisit mengakui kelemahan institusi hukum, namun solusinya justru memperkuat peran militer dalam urusan sipil.






