Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Menteri-Menteri Prabowo “Kehilangan Akal Sehat”

badge-check


					Foto: Melky Nahar/tangkapan layar Perbesar

Foto: Melky Nahar/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Kritik pedas dilontarkan aktivis lingkungan terhadap kinerja kabinet Prabowo dalam menangani bencana ekologis Sumatra. Koordinator Nasional Jatam, Melky Nahar, menyebut para menteri “kehilangan akal sehat” dalam merespons tragedi yang merenggut ratusan nyawa ini.

Melky mengkritisi pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyatakan di Sumatra Barat bukan karena tambang, tanpa basis data yang jelas. “Tiba-tiba dia bicara bahwa oh oke di Sumbar itu bukan karena soal tambang. Artinya pernyataanmu itu berangkat dari mana?” tanya Melky retoris saat wawancara eksklusif dengan Akbar Faizal di kanal YouTube @AkbarFaizalUncensored yang ditayangkan Senin (8/12/2024).

Bahkan dari citra satelit saja, lanjut Melky, terbukti terjadinya bukaan lahan di mana-mana di satu Pulau Sumatra. “Maksudku pemerintah kita ini mulai dari presiden sampai di level menterinya ini seringkali juga kehilangan akal sehat,” tegasnya.

Yang lebih mengejutkan, Presiden Prabowo dinilai “sangat amatiran” dalam membaca konteks bencana ini. Di tengah ratusan korban tewas dan jutaan terdampak, Prabowo justru masih berbicara tentang sawit di acara Partai Golkar.

“Ini kan betapa tidak pedulinya, betapa tidak becusnya pengurus negara ini. Mereka seolah-olah menganggap ini bukan sesuatu yang serius,” kritik Melky keras.

Puspa Dewi menambahkan bahwa respons para menteri hanya di hilir, tidak menyentuh akar masalah struktural. “Menurutku kementerian-kementerian terkait ini kayak enggan untuk masuk ke isu-isu yang krusial seperti ini,” ujarnya.

Akbar Faizal dalam diskusi tersebut juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap drama saling sindir antar menteri tentang kewenangan dan tanggung jawab, alih-alih memberikan solusi konkret.

“Saya tidak peduli dengan cara kalian berkomunikasi. Yang saya dan kita pedulikan adalah bagaimana Anda bereaksi dengan itu,” tegas Akbar.

Upaya menghadirkan pejabat dari Kementerian Kehutanan untuk menjelaskan situasi di program tersebut juga gagal karena tidak ada yang bersedia hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK