Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

INDAG

Paradoks Industri Nasional: Tumbuh tapi Tidak Serap Tenaga Kerja

badge-check


					Foto: dok. bisnis.com Perbesar

Foto: dok. bisnis.com

INAnews.co.id, Jakarta– Mengungkap kegagalan transformasi industri Indonesia dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas, yang berpotensi mengubah bonus demografi menjadi bencana.

Direktur Kolaborasi Internasional INDEF, Imaduddin Abdullah, membeberkan fakta suram di balik pertumbuhan industri nasional. Analisisnya menunjukkan fenomena jobless industrialization: industri yang tumbuh tinggi, seperti logam dasar (16%), justru menyerap sangat sedikit tenaga kerja (di bawah 0,5%). Sebaliknya, industri padat karya seperti tekstil dan kayu justru stagnan atau kontraksi.

“Harusnya industri tumbuh untuk menyerap tenaga kerja besar, tapi yang terjadi justru sebaliknya,” ujar Abdullah, Senin (29/12/2025).

Ini diperparah oleh produktivitas tenaga kerja Indonesia yang tertinggal jauh dari Malaysia dan bahkan China, serta rasio investasi FDI terhadap PDB yang menurun. Yang paling mengkhawatirkan, Indonesia memiliki persentase pemuda yang tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak pelatihan (NEET) tertinggi di kawasan ASEAN. “Kekhawatiran kita, yang kita rasakan sekarang bukan lagi bercandaan ‘bencana demografi’, tapi sudah semakin real,” pungkasnya. Temuan ini menjadi alarm serius di tengah janji pemerintah menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL