Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

SOSIAL

Partisipasi Rendah Masyarakat bikin Maraknya Korupsi

badge-check


					Partisipasi Rendah Masyarakat bikin Maraknya Korupsi Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Anies Baswedan mengaitkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan dengan krisis kepercayaan akibat maraknya korupsi di berbagai lini pemerintahan.

“Krisnya adalah bukan krisis pada persepsi saja, tapi krisisnya pada kepercayaan. Kenapa? Ya karena kita menyaksikan praktik penyimpangan yang ada di mana-mana sehingga keterpanggilan itu menjadi rendah,” ungkap Anies dalam Catalyst Impact Forum 2025 di Bandung, 3 Desember 2025.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, syarat utama agar rakyat mau terlibat dalam pembangunan adalah negara harus dipercaya. Namun kepercayaan itu kini terkikis karena banyaknya kasus korupsi.

“Kalau bicara negara syaratnya apa? Negaranya dipercaya. Kalau negaranya enggak dipercaya enggak ada mau ikut. Baru manggil enggak ada mau ikut. Kalau dipercaya harusnya punya integritas,” jelasnya.

Anies mencontohkan era awal kemerdekaan ketika mahasiswa berbondong-bondong menjadi guru tanpa menanyakan insentif. Hal itu bisa terjadi karena pemerintah saat itu berhasil membangun kepercayaan dan kesadaran kolektif.

“Para mahasiswa menjadi guru itu enggak tanya juga besok dapat apa, insentifnya berapa. Tidak. Karena negara itu berhasil mengajak semua pihak punya kesadaran,” ujarnya.

Meski mengakui adanya krisis kepercayaan, Anies meyakini hal itu bisa dipulihkan. “Trust itu bisa dikembalikan. Enggak ada yang namanya trust itu tidak restorable. Trust is restorable,” tegasnya optimis.

Ia mengajak semua pihak yang bekerja di bidang pembangunan untuk mengembalikan pendekatan gerakan yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Perkuat Silaturahmi, Kedubes UEA Serahkan Simbol Tradisi dan Persahabatan di Masjid Al-Amin Kemenkeu

23 Februari 2026 - 21:09 WIB

UBN Ajak Bangkitkan Aceh di Ramadan

17 Februari 2026 - 13:25 WIB

BMH: Ramadhan Bahagia dengan Berzakat

16 Februari 2026 - 15:59 WIB

Populer SOSIAL