Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Resentralisasi Kekuasaan: Daerah Dikebiri, Ketimpangan Wilayah Makin Parah

badge-check


					Foto: Eko Listiyanto/tangkapan layar Perbesar

Foto: Eko Listiyanto/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Tren resentralisasi kewenangan dari daerah ke pusat melalui UU Cipta Kerja dan UU Minerba dinilai memperparah ketimpangan wilayah dan membuat daerah semakin tidak berdaya.

Eko Listiyanto, Direktur Pengembangan Big Data INDEF, mengkritisi keras kebijakan ini. “Ketika kewenangan banyak ditarik ke pusat, daerah semakin tidak berdaya. Padahal reformasi terjadi salah satu tuntutannya adalah desentralisasi,” katanya.

Data menunjukkan PDB Jakarta 9 kali lipat lebih besar dari NTT. “Jakarta kontribusinya hampir 17% terhadap PDB nasional, sementara ada daerah yang hanya 0,001%,” ungkap Rizal.

Yang lebih parah, transfer ke daerah dipangkas dari Rp 850 triliun menjadi Rp 700 triliun. “Seandainya tidak perlu dipangkas tapi dikelola lebih produktif untuk belanja modal, ekonomi daerah bisa tumbuh,” saran Eko.

Ketika kapasitas fiskal daerah rendah, mereka terpaksa mencari jalan pintas. “Kasus Pati, ekonominya stuck 5% tapi PBB dinaikkan rata-rata 250%. Nyari yang cepat, implikasinya konflik dengan masyarakat kelas bawah,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK