INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof Amien Rais, menyampaikan peringatan keras tentang pentingnya penegakan keadilan bagi keberlangsungan sebuah negara. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya pada Selasa (23/12/2025), Amien menegaskan bahwa sejarah telah berulang kali membuktikan bahwa keadilan adalah kunci keberlangsungan suatu bangsa, terlepas dari sistem politik yang dianut.
“Sejarah memberi pelajaran pada kita semua dari masa ke masa, dari zaman ke zaman, yaitu apakah keadilan ditegakkan di sebuah negara,” ujar Amien Rais dalam pembukaannya.
Lima Dimensi Keadilan
Amien menjelaskan bahwa keadilan memiliki lima dimensi yang harus ditegakkan: keadilan politik, keadilan sosial, keadilan ekonomi, keadilan hukum, dan keadilan pendidikan. Kelima dimensi ini menjadi fondasi kokohnya sebuah bangsa.
Politisi senior ini mengapresiasi pilihan para pendiri bangsa yang menetapkan demokrasi sebagai sistem politik Indonesia. Dengan Pancasila sebagai ideologi dan filosofi negara, maka demokrasi yang dianut Indonesia adalah demokrasi Pancasila.
“Kita boleh bangga dan bahagia bahwa masalah keadilan menjadi benang merah atau benang emas dari Pancasila itu. Jumlah kata adil dan keadilan dalam Undang-Undang Dasar kita disebut 26 kali,” katanya.
Pelajaran dari Yugoslavia dan Uni Soviet
Untuk memperkuat argumentasinya, Amien mencontohkan runtuhnya Yugoslavia dan Uni Soviet pada tahun 1991. Yugoslavia, negara sosialis terkuat di Eropa Timur, bubar pada 25 Juni 1991. Sementara Uni Soviet yang sempat menjadi negara adidaya setara Amerika Serikat, bubar pada 26 Desember tahun yang sama.
“Sebabnya jelas di kedua negara sosialis itu para petingginya berkualitas dan telah menjadi koruptor-koruptor raksasa yang menilep uang rakyat tanpa ampun,” ungkap Amien.
Indonesia dalam Krisis Eksistensial
Dengan nada lebih keras, Amien Rais menilai Indonesia saat ini berada dalam krisis eksistensial akibat merajalelanya korupsi yang dilakukan oleh para pejabat tinggi negara. Ia bahkan menyebut Indonesia sebagai “surga para bajingan koruptor” yang memiliki “liga korupsi” di mana para koruptor berlomba tanpa malu mencapai puncak korupsi tertinggi.
“Indonesia sebagai surga para bajingan koruptor telah membawa Indonesia pada tahapan krisis eksistensial. Artinya Indonesia bisa mengalami kepunahan eksistensial, kepunahan wujud Indonesia sebagai negara,” tegas Amien.
Mantan Ketua MPR ini menyayangkan terlalu banyak pejabat dari masyarakat sipil, TNI, dan Polri yang sejatinya sedang menghancurkan Indonesia, tetapi justru mengelabui rakyat seakan mereka berbuat jasa pada bangsa dan negara.
Mengutip Alquran
Dalam pesannya, Amien mengutip Surah Al-Kahfi ayat 103-105 yang mengingatkan tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya, yaitu mereka yang melakukan kerusakan di bumi namun merasa telah berbuat kebaikan.
“Mereka itulah orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan dan tidak percaya dengan pertemuan dengannya. Maka sia-sia amal mereka dan Allah tidak akan memberikan pertimbangan terhadap mereka pada hari kiamat kelak,” kutip Amien.
Di akhir pidatonya, Amien mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak lelah berpikir bersama menghentikan proses kemerosotan Indonesia menuju jurang kehancuran. Meski mengakui situasi yang memprihatinkan, ia tetap mengajak optimisme dengan menyandarkan diri kepada Allah SWT dan bekerja keras bersama-sama menyelamatkan negeri.
“Insyaallah dengan menyandarkan nasib kita sepenuhnya kepada Allah Subhanahu wa taala, tetapi dengan kerja keras ikhlas bersama-sama, negeri ini memang perlu diselamatkan,” tutup Amien Rais.






