INAnews.co.id, Jakarta– Praktik ketenagakerjaan di kawasan IMIP Morowali kembali menuai sorotan. Said Didu mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa tenaga kerja kasar China seperti tukang sapu mendapat gaji Rp16-17 juta per bulan, sementara tukang batu dibayar Rp25 juta.
“Coba bandingkan, gaji seorang kolonel dengan tunjangannya hanya Rp17 juta, tapi gaji tukang batu dari China yang dibayar dari hasil merampok sumber daya alam mencapai Rp25 juta,” ujar Said Didu dalam wawancara yang tayang Kamis (4/12/2025).
Menurutnya, kebijakan yang memudahkan masuknya tenaga kerja asing ke IMIP bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan yang mensyaratkan tenaga asing hanya untuk pekerjaan yang tidak bisa dilakukan tenaga lokal.
Said Didu menyebut Luhut Binsar Pandjaitan sebagai dalang di balik perubahan regulasi tersebut dengan dalih “proyek tungkai.”
“Yang dimaksud proyek tungkai itu proyeknya orang Indonesia dengan kontraktor asing. Ini proyeknya China, duitnya China. Proyek tungkai yang mana?” kritik Said Didu.
Ia memperkirakan ribuan tenaga kerja China bekerja di IMIP, mengambil peran yang seharusnya bisa dikerjakan putra-putri daerah setempat.






