Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

SOSIAL

Danantara Jadi Ujung Tombak Pemulihan Pascabencana di Aceh

badge-check


					Foto: Prasetyo Hadi/tangkapan layar Perbesar

Foto: Prasetyo Hadi/tangkapan layar

INAnews.co.id, Aceh– Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kini memegang peran krusial dalam percepatan pemulihan infrastruktur bagi korban bencana di Provinsi Aceh. Dalam kunjungannya di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026), Presiden meninjau langsung progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang dikerjakan oleh badan tersebut.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Danantara ditargetkan membangun sekitar 15.000 unit Huntara untuk warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Hingga awal tahun ini, sebanyak 600 unit pertama telah berhasil diselesaikan dan siap digunakan.

“Hari ini Bapak Presiden hadir di Aceh Tamiang untuk melihat dan menyaksikan bangunan Huntara yang sudah dibangun oleh Danantara. Dari rencana 15.000 unit, saat ini sudah rampung 600 unit,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangan resminya.

Kehadiran Danantara dalam proyek ini merupakan bagian dari instruksi Presiden untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan skema yang lebih cepat dan terukur. Proyek huntara ini menjadi prioritas utama agar masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang layak sebelum memasuki tahap rekonstruksi permanen.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di lokasi bencana, Presiden menekankan bahwa Danantara bersama kementerian terkait, seperti Menko Infrastruktur dan BNPB, harus bergerak sinergis guna menghilangkan hambatan di lapangan.

“Intinya, Beliau ingin memastikan proses pemulihan dapat dijalankan dengan secepat-cepatnya. Bilamana ada masalah, kita segera cari jalan keluarnya,” tegas Mensesneg.

Selain pembangunan hunian oleh Danantara, pemerintah juga merespons cepat permohonan dari Pemerintah Provinsi Aceh mengenai normalisasi sungai di wilayah terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun oleh Danantara tidak kembali terancam oleh potensi bencana susulan.

Kunjungan kerja yang berlangsung selama dua hari ini diawali dengan kehadiran Presiden di Aceh Selatan pada malam pergantian tahun untuk memberikan dukungan moral bagi para pengungsi, sebelum berlanjut ke Aceh Tamiang untuk memantau progres fisik pembangunan dari Danantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

9 Januari 2026 - 22:52 WIB

Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango

9 Januari 2026 - 18:59 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Populer GERAI HUKUM