Menu

Mode Gelap
Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap

EKONOMI

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Tata kelola yang baik dan pengawasan ketat menjadi faktor penentu keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Danantara dalam memberikan dampak optimal bagi pembangunan Indonesia jangka panjang.

Ester Sriastuti, Direktur Eksekutif INDEF, mengatakan riset kolaborasi dengan UN DESA menggunakan model makro Overlapping Generation bertujuan melihat dampak realokasi anggaran untuk kedua program prioritas Presiden Prabowo terhadap beberapa generasi mendatang.

“Masalahnya adalah program prioritas ini dibiayai dengan realokasi anggaran. INDEF berinisiasi melihat seberapa dampak realokasi anggaran untuk Danantara dan MBG secara makroekonomi dan demografis untuk beberapa generasi ke depan,” ujar Ester saat membuka diskusi publik, Rabu (8/1/2026).

Model OG Indonesia yang dikembangkan mampu mengkalibrasi struktur makroekonomi, tren demografis, dan parameter fiskal Indonesia untuk memproyeksikan dampak hingga 10 generasi atau lebih ke depan.

Rizal Taufikurrahman dari INDEF menegaskan pentingnya evaluasi berbasis kohort dan outcome, bukan sekadar penyerapan anggaran. “MBG harus diintegrasikan dengan kebijakan pendidikan dan pasar kerja. Tanpa kebijakan lanjutan, peningkatan produktivitas dari MBG tidak tertranslasi menjadi kenaikan upah maupun output permanen,” jelasnya.

Untuk Danantara, Prof. Firmansyah menekankan perlunya seleksi proyek yang ketat dan disiplin fiskal. “Danantara sangat bergantung pada kualitas tata kelola, seleksi proyek, dan disiplin fiskal. Kalau ini tidak benar, Danantara tidak akan mencapai tujuannya,” tegasnya.

Ketiga narasumber menyepakati tiga kata kunci keberhasilan: efektivitas dan ketepatan sasaran, peningkatan produktivitas, serta keberlanjutan dengan memperhatikan prinsip-prinsip lingkungan dan keadilan antar generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

12 Januari 2026 - 17:47 WIB

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap

12 Januari 2026 - 15:42 WIB

Populer POLITIK