Menu

Mode Gelap
Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam Pantai Pohon Cinta, Ikon Wisata Favorit di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo Mahfud Dukung JR KUHP Baru: Pasal Penghinaan Bertentangan dengan Konstitusi Negara Gagal Lindungi Influencer yang Diteror KUHAP Baru soal Restorative Justice secara Konsep Kacau, Kata Pakar Alasan Publik Tolak Pilkada via DPRD Ada Lima, Temuan Survei

NASIONAL

Jokowi Akan Sulit Buktikan Keaslian Ijazahnya

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Peneliti senior Ikrar Nusa Bhakti menilai Joko Widodo akan sangat kesulitan meyakinkan publik tentang keaslian ijazahnya meski mendapat bantuan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menegaskan selama foto di ijazah tidak mirip dengan Jokowi, maka ijazah tersebut pasti palsu.

“Apa pun yang dilakukan oleh Jokowi pendukungnya dan juga para penasehat hukum mereka, amat sulit untuk kemudian Joko Widodo bisa meyakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa ijazah yang selama ini sudah dia perlihatkan kepada masyarakat ini adalah ijazah asli,” tegas Ikrar dalam kanal YouTube-nya, Selasa (6/1/2026).

Ikrar, yang menyebut dirinya bukan ahli forensik seperti Roy Suryo, tetap meyakini bahwa sepanjang foto yang tertera di ijazah tersebut tidak terlihat seperti Jokowi, maka ijazah itu pasti palsu.

“Saya bukan Roy Suryo, tapi biar bagaimanapun saya juga masih percaya selama foto yang ada di ijazah tersebut itu dilihat bukan sebagai foto Joko Widodo, sudah pasti ijazah tersebut palsu,” katanya tegas.

Menurutnya, meski pihak UGM berupaya membantu dengan memastikan kertas ijazah sama dengan kertas ijazah tahun 1985, serta menyesuaikan cap, lambang UGM, dan huruf agar mirip dengan ijazah alumni Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985, kepalsuan tetap akan terbongkar.

“Yang namanya kepalsuan itu pasti akan terbongkar,” tegasnya.

Ikrar menjelaskan bahwa jika seseorang benar-benar lulusan dari sebuah fakultas dan universitas, mereka pasti memiliki teman kuliah, kelompok belajar, mengenal dosen-dosen, dan mengingat mata kuliah yang diambil.

Ia memberikan contoh, jika Jokowi mengklaim mengambil topik tentang teknologi kayu, tetapi pada saat itu di Fakultas Kehutanan UGM tidak ada mata kuliah teknologi kayu, hal tersebut sudah menunjukkan Jokowi tidak tahu apa yang ada di fakultas tersebut.

“Kalau kemudian misalnya Anda mengatakan bahwa Anda dulu mengambil suatu topik mengenai teknologi kayu dan ternyata di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada pada saat itu tidak ada yang kemudian dikatakan sebagai teknologi kayu. Di situ saja sudah tampak jelas bahwa Anda tidak tahu apa yang ada di fakultas tersebut,” jelasnya.

Peneliti senior ini menekankan bahwa desakan rakyat agar persoalan keaslian ijazah Jokowi diselesaikan semakin menguat di awal 2026. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto harus ikut menentukan sikap dan menyatakan bahwa persoalan tersebut harus diselesaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

KUHAP Baru soal Restorative Justice secara Konsep Kacau, Kata Pakar

8 Januari 2026 - 12:28 WIB

Logika Efisiensi Pilkada Bisa Berlanjut ke Pemilihan Presiden

7 Januari 2026 - 23:57 WIB

Presiden tak Ingin Ada Desa Gelap

7 Januari 2026 - 13:39 WIB

Populer NASIONAL