INAnews.co.id, Jakarta– Menanggapi dugaan keterlibatan aparat pemerintah dalam serangkaian teror terhadap YouTuber kritis, peneliti senior Ikrar Nusa Bhakti menyatakan keraguan. Menurutnya, jika benar terbukti, hal tersebut akan sangat memalukan bagi pemerintahan Prabowo Subianto dan menghancurkan citranya.
“Apakah kita percaya bahwa hal itu memang benar-benar dari aparat pemerintahan? Saya pribadi tidak yakin. Mengapa? Karena kalau ini memang terjadi, betapa memalukannya cara-cara yang dilakukan oleh pemerintahan Prabowo Subianto,” ujar Ikrar dalam unggahan YouTube-nya, Selasa (6/1/2026).
Ikrar menekankan bahwa jika keterlibatan aparat pemerintah terbukti dan terbongkar, citra pemerintahan Prabowo akan hancur. Ia khawatir metode-metode teror yang ditujukan kepada para kritikus pemerintah justru akan berbalik merugikan kredibilitas pemerintahan itu sendiri.
Peneliti senior tersebut menyebutkan berbagai bentuk teror yang dialami para YouTuber dan aktivis kritis, mulai dari mobil yang dicoret, rumah yang dilempari telur busuk, pengiriman barang-barang mahal secara COD yang tidak pernah dipesan, hingga intimidasi terhadap mereka yang meliput kondisi bencana di Aceh.
Beberapa pihak menduga pelaku teror adalah “kaki tangan” atau orang yang dibayar oleh aparat pemerintahan. Namun, Ikrar mempertanyakan kebenaran dugaan tersebut.
“Dan apakah kita percaya bahwa hal itu memang benar-benar dari aparat pemerintahan? Saya pribadi tidak yakin,” tegasnya.
Ikrar menilai masih ada kemungkinan adanya pihak ketiga yang “bermain di air keruh” atau memancing kerusuhan demi mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat. Ia telah dua kali membahas kemungkinan ini dalam video YouTube sebelumnya.
“Bukan mustahil ada juga orang-orang yang bermain di air keruh atau yang kemudian mereka yang memancing kerusuhan-kerusuhan atau pencitraan buruk terhadap pemerintah demi apa? Demi mendapatkan simpati ataupun dukungan dari masyarakat,” jelasnya.
Meski meragukan keterlibatan langsung pemerintah, Ikrar tetap mendesak Presiden Prabowo dan aparat keamanan untuk menyelesaikan kasus-kasus teror ini secara tuntas agar kredibilitas pemerintahan tetap terjaga dan masyarakat merasa aman.
Ikrar juga menyinggung dugaan keterlibatan pejabat tertentu seperti Sekretaris Kabinet, namun ia menyatakan tidak yakin pejabat tersebut melakukan teror karena jika ketahuan oleh aparat intelijen seperti BIN, Bais, atau Baintel Kamtibpori, hal itu akan menghancurkan kredibilitas pemerintahan Prabowo.






