Menu

Mode Gelap
Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

POLITIK

Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

badge-check


					Foto:  heylaw.id Perbesar

Foto: heylaw.id

INAnews.co.id, Jakarta– Hasil simulasi model Overlapping Generation Indonesia menunjukkan fenomena unik: program MBG mendorong konsumsi rumah tangga di hampir semua kelompok pendapatan, namun menyebabkan penurunan sementara pada suplai tenaga kerja dan upah riil di fase awal.

Muhammad Rizal Taufikurrahman, Kepala Center Makroekonomi dan Keuangan INDEF, menjelaskan konsumsi agregat meningkat hingga sekitar 1,5 persen dengan kenaikan terbesar pada kelompok menengah dan kaya (50-99 persentil).

“Yang menarik, konsumsi paling besar ada di kelompok top 1 persen sangat kaya. Ini mengindikasikan efek tidak langsung antar generasi dalam konteks keseimbangan ekonomi, seperti peningkatan pendapatan secara permanen,” papar Rizal dalam diskusi INDEF, Rabu (8/1/2026).

Untuk kelompok miskin, meski konsumsi naik namun relatif kecil, mencerminkan manfaat lebih terinternalisasi dalam bentuk perbaikan gizi anak, bukan ekspansi konsumsi langsung.

Dari sisi pasar tenaga kerja, terjadi penurunan suplai tenaga kerja di semua kelompok pendapatan. “Ini cerminan income effect dimana peningkatan kesejahteraan memungkinkan rumah tangga mengurangi jam kerja tanpa menurunkan utilitas,” jelas Rizal.

Upah riil sempat turun tipis di awal sebagai bagian penyesuaian pasar tenaga kerja, namun kemudian naik secara stabil dan persisten setelah kapital dan produktivitas meningkat.

“Penurunan upah awal adalah bagian dari adjustment. Setelah produktivitas meningkat, upah riil akan naik secara permanen. Ini bukan kenaikan upah artifisial tapi berbasis produktivitas,” tambah Prof. Firmansyah dari Undip.

Rizal menekankan MBG perlu dipersempit targetnya dan diintegrasikan dengan kebijakan pasar kerja agar return fiskalnya optimal dan dampak produktivitas benar-benar tertranslasi ke peningkatan kesejahteraan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap

12 Januari 2026 - 15:42 WIB

Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG

12 Januari 2026 - 13:38 WIB

Populer POLITIK