INAnews.co.id, Jakarta – Berdasarkan perkembangan terbaru di awal tahun 2026, kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) memang menghadapi tantangan serius.
Terutama terkait belum terbayarnya investor Dapur 3T (Terdalam, Terjauh, Terpencil) . Belum lagi indikasi maraknya permainan Makelar Dapur yang menjadi investor pertama dan di jual kembali ke orang lain.
Ketua Lembaga Gerakan anti korupsi ( GAK) Kampanye Sitanggang mengatakan,” Kepala BGN Pusat di minta berantas dugaan calo”.
“Kecurangan dalam Program MBG. Lembaga GAK menyoroti adanya calo-calo yayasan atau pihak ketiga yang bergentayangan dalam program ini,” kata Kampanye dalam Rilisnya pada Jumat 30 Januari 2026.
Lanjut Kampanye, jika MBG bukan akhir, tapi awal dari revolusi gizi nasional.
“Kritik boleh, tapi jangan sampai mengubur program yang akhirnya bikin negara ini peduli isi perut anak Bangsa,” ungkap Kampanye Sitanggang.
Temuan di lapangan menunjukkan Pemerintah Pusat segera turun tangan khususnya Kepala Badan Gizi Nasional ( BGN) untuk mengetahui kebenarannya.
” Kepala BGN harus segara turun tangan cek lokasi di lapangan terkait polemik permasalahan dapur MBG yang perlu tindak lanjut sangat serius,” pinta Kampanye.
Salah’ salah satu pelaku investor Dapur MBG di kawasan Kalimantan Utara Rocky ( nama di Samarkan) ketika di konfirmasi awak media Jumat, 30 Januari 2026 mengeluhkan hal yang sama.
“Kami mohon kepada pemerintah pusat lewat Kepala BGN Pusat agar serius melihat permasalahan di seluruh Indonesia hampir sama. Karena selama ini masih banyak belum terbayarnya investor dapur 3T (terdalam, terjauh, terpencil) yang mana sudah banyak yang 100% terlaksana,” ujarnya.
Para investor dapur MBG juga meminta BGN memiliki aturan yang sesuai dengan juknis pertama dan tidak berubah ubah.
“Kami mohon agar BGN Pusat mengevaluasi pembayaran langsung ke pekerja di lapangan sesuai konfirmasi pihak kasatgas,” ucapnya.






