INAnews.co.id, Jakarta– Prof Mahfud MD menyebut negara gagal memberikan rasa aman kepada influencer dan warganegara yang diteror setelah mengkritik pemerintah di media sosial.
“Bicara sedikit di medsos diteror, bicara sedikit di TV diteror. Masa orang-orang begitu diteror tidak diumumkan siapa pelakunya, apa dugaannya. Lalu orang berpikir kalau begitu jangan-jangan dia yang buat,” kata Mahfud podcast Terus Terang, Selasa (6/1/2026).
Ia menegaskan negara harus menjamin keamanan warga yang ingin menggunakan hak-haknya. “Apa gunanya ada negara? Lebih khusus lagi apa gunanya ada aparat keamanan kalau orang bisa diteror seperti itu,” tegasnya. Mahfud mengingatkan polisi memiliki alat canggih untuk melacak pelaku teror.






