Menu

Mode Gelap
Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro FPCI Sebut Tindakan AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional

PENDIDIKAN

NU tak Bisa Dikooptasi: Kepala Dipegang, Ekor Belum Tentu Ikut

badge-check


					Foto: dok. kompas Perbesar

Foto: dok. kompas

INAnews.co.id, Jakarta– Prof. Nadirsyah Hosen menjelaskan keunikan Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki struktur organisasi berbeda dengan ormas modern lainnya.

“NU harus dibedakan: ada jamiyah (organisasi) dan jamaah (masyarakat). Keputusan PBNU belum tentu ditaati jamaah. Jamaah lebih ikut kiai lokal,” ungkap Gus Nadir di kanal YouTube-nya Mahfud MD Official, Ahad.

Menurutnya, ini menjadi kelebihan sekaligus kelemahan. “Kelebihannya, NU tidak bisa dikooptasi. Kepala dipegang, ekor belum tentu ikut. Apalagi kalau kepalanya Gus Dur—kepala pun tidak bisa dipegang,” kata dosen Melbourne Law School ini.

Namun kelemahannya, sering terjadi ketidaknyambungan antara kebijakan organisasi dengan kebutuhan jamaah di bawah. “Jamaah NU lebih ritual-oriented. Tahlilan, maulidan—meski tidak punya kartu NU, mereka merasa NU,” jelasnya.

Gus Nadir optimistis konflik internal NU akan terselesaikan seperti masa lalu. “Dulu konflik tajam antara Kiai Wahab dan Kiai Bisri melahirkan Gus Dur. Ke depan mungkin bukan sosok, tapi solusi kolektif,” katanya.

Mahfud MD menambahkan, tradisi NU kini bahkan diadopsi berbagai kalangan. “Di istana ada tahlilan, pejabat kalau mantu pakai selawatan. Bukan berarti mereka NU, tapi tradisinya masuk jadi budaya Islam Indonesia,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

7 Januari 2026 - 08:16 WIB

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

Cerita Proyek Sarapan Siswa yang “Agak Sensitif”

29 Desember 2025 - 12:39 WIB

Komentar Pengamat soal Kontroversi Pemberian MBG di Tengah Masa Libur Sekolah

26 Desember 2025 - 08:07 WIB

Populer NASIONAL