Menu

Mode Gelap
Pengurus GAKESLAB Indonesia Provinsi DK Jakarta Masa Bakti 2025–2029 Resmi Dikukuhkan FPI Tuduh Pandji Pragiwaksono Nista Agama, Ancam Kejar hingga Penjara Pelaut Ditemukan Gantung Diri di Kapal Sabuk Nusantara 105, Sempat Bertengkar dengan Tunangan CWIG Minta Polda Metro Tindak Lanjut Laporannya Terhadap BAT Instrumen Bank Internasional Presiden Prabowo Ajak Akademisi Refleksikan Kontribusi Nyata bagi Bangsa Pertemuan Prabowo dengan Para Rektor dan Guru Besar Bahas Arah Pendidikan Tinggi

UPDATE NEWS

Pelaut Ditemukan Gantung Diri di Kapal Sabuk Nusantara 105, Sempat Bertengkar dengan Tunangan

badge-check


					Pelaut Ditemukan Gantung Diri di Kapal Sabuk Nusantara 105, Sempat Bertengkar dengan Tunangan Perbesar

INAnews.co.id/Bitung,- Seorang pelaut ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di atas kapal Sabuk Nusantara 105 yang tengah berlabuh di dermaga II Pelabuhan Samudra Bitung. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Rabu, 12 Januari 2025, sekitar pukul 18.50 WITA.

Korban diketahui bernama Wahyu Prasetyo, 33 tahun, yang berprofesi sebagai Kelompok Kerja Mesin (KKM) di kapal Sabuk Nusantara 105.

Kapolsek KPS Iptu Harly E. Buida menjelaskan bahwa personil KPS bersama Pamapta II Ipda Ronaldo Takahendengan, S.H., dan Tim Inafis Polres Bitung segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan olah TKP. Jenazah Wahyu Prasetyo kemudian dibawa ke RS Manembo-nembo Bitung untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER).

Berdasarkan hasil pemeriksaan VER yang dilakukan oleh Dokter Forensik Geeberd Dundu, S.FM, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kematian Wahyu Prasetyo dipastikan murni akibat gantung diri.

Saat ini, jenazah Wahyu Prasetyo sedang dipersiapkan untuk dibawa ke Jakarta dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Menurut keterangan saksi, Kapten Kapal Yanus Thomas Nafie, Wahyu Prasetyo terakhir kali terlihat beraktivitas di bagian mesin kapal sekitar pukul 09.00 WITA. Namun, ketika Kapten Kapal mencoba menghubungi Wahyu Prasetyo melalui telepon sekitar pukul 10.00 WITA, tidak ada respons. Kecurigaan semakin besar ketika Wahyu Prasetyo tidak merespons panggilan telepon sepanjang hari, sehingga Kapten Kapal memerintahkan beberapa ABK untuk mengecek ke kamar Wahyu Prasetyo.

“Saat pintu kamar dibuka, kami melihat Wahyu Prasetyo sudah dalam posisi tergantung,” kata Yanus Thomas Nafie dengan nada sedih.

Tunangan Wahyu Prasetyo, Sity Sulaika, mengungkapkan bahwa mereka sempat bertengkar melalui telepon sekitar pukul 08.00 WITA. Sity mencoba menghubungi Wahyu Prasetyo kembali, namun tidak ada respons. “Saya sangat shock ketika mendengar kabar bahwa Wahyu telah meninggal dunia dengan cara gantung diri. Kami baru saja bertengkar, saya menyesal sekali,” kata Sity dengan air mata berlinang.

Kegiatan pengamanan dan olah TKP dipimpin langsung oleh Kapolsek KPS Iptu Harly E. Buida. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif di balik aksi nekat Wahyu Prasetyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Pengurus GAKESLAB Indonesia Provinsi DK Jakarta Masa Bakti 2025–2029 Resmi Dikukuhkan

16 Januari 2026 - 12:36 WIB

Eks DPRD Mitra Bantah Terlibat PETI, Ketua Umum GTI Sebut Itu Kepanikan Yang Berlebihan Polda Sulut Segera Tangkap DM

15 Januari 2026 - 12:11 WIB

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Populer NASIONAL