Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Profesor UGM: Pemilu Indonesia tak Jurdil, Oposisi Sengaja Dimatikan

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Guru Besar Hukum Tata Negara UGM, Prof. Zainal Arifin Mochtar, mengungkapkan kegagalan mendasar demokrasi Indonesia terletak pada pemilu yang tidak jujur dan adil (jurdil) serta upaya sistematis mematikan oposisi. Menurutnya, setiap presiden di Indonesia menjadikan penghancuran oposisi sebagai pekerjaan rumah pertama.

Dalam wawancara dengan Akbar Faizal yang tayang Senin (5/1/2025), Zainal menjelaskan bahwa demokrasi Indonesia mengalami penurunan karena lembaga-lembaga negara gagal mengawal proses demokratis. “Yudikatif dijinakkan, eksekutif bermain dengan legislatif untuk mematikan oposisi,” ujarnya.

Zainal menekankan bahwa Indonesia tidak memberikan insentif apa pun bagi partai oposisi, sehingga menjadi oposisi seperti “lillahi taala” tanpa ada keuntungan. Ia membandingkan dengan Amerika Serikat yang memiliki insentif elektoral sehingga partai berkuasa bergonta-ganti.

“Harusnya partai oposisi mendapatkan bantuan dana yang lebih besar. Ada beberapa negara yang pernah mencoba itu,” usulnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK