INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor menggambarkan realitas beban ganda yang masih dihadapi perempuan Indonesia, bahkan bagi mereka yang sudah berkarier sebagai pemimpin.
“Pekerjaan domestik itu dari melek mata sampai tutup mata, tanpa mengenal waktu. Sementara pekerjaan publik yang dianggap urusan laki-laki itu sesuai jam kerja,” ungkap Maria dalam wawancara di kanal YouTube Komnas Perempuan, Selasa (6/1/2025).
Ia memberikan ilustrasi sederhana namun tajam: ketika laki-laki bangun tidur dan membuat kopi sendiri, tidak ada yang mempermasalahkan. Namun ketika istri melakukan hal yang sama, akan muncul komentar dari suami bahkan mertua yang menganggapnya tidak wajar.
Maria menjelaskan bahwa situasi ini menjadi tantangan tersendiri yang membuat banyak perempuan berprestasi memilih mundur dari karier untuk fokus pada keluarga—fenomena yang disebut “glass ceiling” atau langit-langit kaca.
“Hambatannya nyata tapi seringkali tidak terlihat. Banyak perempuan yang dari sisi prestasi dan pengalaman cukup bagus, akhirnya memilih tidak melanjutkan,” katanya.






