INAnews.co.id, Semarang– Musim hujan di Kota Semarang selalu menghadirkan tantangan tersendiri bagi masyarakat. Curah hujan yang tinggi, ditambah kondisi geografis wilayah yang sebagian berada di dataran rendah dan pesisir, membuat Semarang kerap dilanda banjir dan genangan air. Beberapa kawasan seperti Semarang Utara, Genuk, Pedurungan, hingga sebagian wilayah Tlogosari dan Kaligawe hampir setiap tahun terdampak banjir rob maupun luapan air hujan. Situasi ini bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Di tengah kondisi tersebut, menjaga kesehatan di musim hujan menjadi hal yang sangat penting. Lingkungan yang lembap, air yang tergenang, serta sanitasi yang terganggu akibat banjir menciptakan kondisi ideal bagi berkembangnya bakteri, virus, dan vektor penyakit. Tanpa langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat dengan mudah terserang penyakit musiman yang umum terjadi di Kota Semarang saat musim hujan.
Banjir dan Dampaknya terhadap Kesehatan Warga Semarang
Banjir di Semarang tidak hanya disebabkan oleh hujan deras, tetapi juga dipengaruhi oleh pasang air laut atau rob. Air banjir yang menggenangi permukiman sering kali bercampur dengan limbah rumah tangga, sampah, dan kotoran hewan. Kondisi ini menjadikan air banjir sebagai sumber berbagai penyakit, terutama penyakit berbasis air.
Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah leptospirosis, yang kerap muncul pascabanjir di wilayah perkotaan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang berasal dari urine tikus dan dapat masuk ke tubuh melalui luka kecil di kulit. Selain itu, penyakit diare, tifus, dan infeksi saluran pencernaan lainnya juga sering meningkat di wilayah terdampak banjir.
Genangan air yang tidak segera surut juga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Di Semarang, kasus demam berdarah dengue (DBD) cenderung meningkat saat musim hujan. Nyamuk Aedes aegypti dengan mudah berkembang biak di genangan air bersih yang terdapat di sekitar rumah, seperti ember, pot bunga, dan saluran air yang tersumbat.
Cuaca Lembap dan Penyakit Musiman
Selain penyakit akibat air dan lingkungan, cuaca lembap dan suhu yang lebih dingin di musim hujan juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Banyak warga Semarang yang mengalami flu, batuk, pilek, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Perubahan suhu yang drastis antara siang dan malam hari turut memicu menurunnya kondisi fisik, terutama pada anak-anak, lansia, dan pekerja yang beraktivitas di luar ruangan.
Bagi masyarakat pesisir Semarang, paparan air rob yang terjadi berulang kali juga dapat menyebabkan masalah kesehatan kulit, seperti gatal-gatal, iritasi, dan infeksi jamur. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan kesehatan kulit ini dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius.
Menjaga Daya Tahan Tubuh di Musim Hujan
Dalam menghadapi musim hujan, menjaga daya tahan tubuh menjadi langkah utama agar tetap sehat. Pola makan bergizi seimbang sangat dianjurkan bagi warga Semarang, terutama dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah didapat. Konsumsi sayur, buah, serta sumber protein seperti ikan, telur, dan kacang-kacangan dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh.
Buah-buahan yang kaya vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, dan pepaya, sangat baik dikonsumsi secara rutin. Selain itu, minum air putih yang cukup tetap harus diperhatikan meskipun cuaca terasa dingin. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan lebih optimal dalam melawan infeksi.
Tips Hidup Sehat di Musim Hujan bagi Warga Semarang
Agar terhindar dari penyakit, masyarakat Semarang dapat menerapkan beberapa langkah hidup sehat berikut ini:
1. Menjaga Kebersihan Diri dan Rumah
Setelah beraktivitas di luar rumah, terutama saat banjir atau hujan deras, segera mandi dan ganti pakaian. Pastikan rumah tetap bersih dan kering untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri.
2. Menggunakan Alas Kaki yang Aman
Saat melewati genangan air, gunakan sepatu atau sandal tertutup yang tahan air. Hindari berjalan tanpa alas kaki karena berisiko terkena infeksi dari air yang tercemar.
3. Waspada terhadap Genangan Air
Periksa lingkungan sekitar rumah secara rutin. Kosongkan wadah yang dapat menampung air dan bersihkan saluran drainase agar tidak menjadi sarang nyamuk penyebab DBD.
4. Konsumsi Makanan Bersih dan Sehat
Pastikan makanan dimasak hingga matang dan disimpan dengan baik. Hindari membeli makanan di lokasi yang tergenang banjir atau memiliki sanitasi buruk.
5. Istirahat dan Kelola Stres
Aktivitas yang terganggu akibat banjir dapat memicu stres. Tetap jaga pola tidur yang cukup agar tubuh tetap bugar dan tidak mudah sakit.
6. Tetap Aktif Meski di Dalam Rumah
Lakukan olahraga ringan di rumah, seperti senam atau peregangan, untuk menjaga kebugaran tubuh selama musim hujan.
Peran Bersama Menjaga Kesehatan Kota Semarang
Menjaga kesehatan di musim hujan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama. Pemerintah Kota Semarang terus melakukan berbagai upaya, seperti normalisasi drainase, pengendalian banjir rob, serta kampanye pemberantasan sarang nyamuk. Namun, upaya tersebut perlu didukung oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan pola hidup sehat, lingkungan yang bersih, dan kewaspadaan terhadap risiko penyakit, masyarakat Kota Semarang dapat melalui musim hujan dengan lebih aman. Musim hujan dan banjir memang menjadi tantangan, tetapi dengan persiapan yang tepat, kesehatan tetap dapat terjaga dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan baik. Seputar kesehatan bisa akses: Pormiki Semarang.*






