Menu

Mode Gelap
Reformasi Polri Mandek, Jimly-Mahfud Tunggu Presiden CSED INDEF: Ekonomi Syariah Bukan Hanya Nilai Islam Hamas dan Pejuang Gaza Tidak Menolak BOP Penyaluran ZISWAF Masih Karitatif Gaya Diplomasi Prabowo Menarik Perhatian Trump Keuangan Syariah Komersial Bergeser ke Akad Profit-Loss Sharing

POLITIK

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

badge-check


					Foto: dok. KPU Papua Pegunungan Perbesar

Foto: dok. KPU Papua Pegunungan

INAnews.co.id, Jakarta– Said Didu mengajak seluruh elemen bangsa, baik pemerintah maupun oposisi, untuk bersatu mengembalikan lima kedaulatan Indonesia kepada rakyat. Ia menilai ini satu-satunya agenda yang bisa disepakati semua pihak.

“Mulai forum ini saya berharap kita bersatu semua, lepaskan semua jaket kita, kita pakai jaket yang sama mengembalikan kedaulatan ke rakyat,” ujar Didu dalam wawancara di Forum Keadilan TV, Senin (19/1/2026).

Didu mengaku telah memutar ke berbagai tempat selama sebulan, termasuk ke berbagai negara, untuk menyatukan agenda penyelamatan Indonesia. Ia menyebutkan bertemu dengan berbagai pihak, termasuk di acara peringatan Malari bersama Hariman Siregar.

“Sebenarnya ada satu agenda yang kita bisa sepakati adalah merebut kembali kedaulatan rakyat. Itu agenda sepertinya diterima oleh semua pihak baik dalam pemerintahan maupun yang ini,” jelasnya.

Menurutnya, jika penguasaan oligarki dibiarkan berlanjut, negara ini akan bubar dan betul-betul dikuasai oligarki. Ia optimis jika membaca buku Prabowo “Paradoks Indonesia”, presiden pasti mendukung agenda ini karena sudah berjalan mengambil sumber daya alam, meskipun masih lambat.

Didu menegaskan ia dan kawan-kawan akan mendukung pemerintah dengan cara kritis. “Kita mendukung niatnya tapi caranya masih kita kritisi. Kita dukung mainstream niat baiknya, bukan niat jahatnya,” katanya.

Ia berharap dengan dukungan rakyat sipil, agenda pengembalian kedaulatan bisa berjalan lebih cepat dan Presiden Prabowo bisa menambah “garpu” atau tim intinya yang sekarang baru empat orang: Sjafrie Sjamsoeddin, Amran Sulaiman, Purbaya, dan Rosan Roeslani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Donald Trump adalah “Firaun” Zaman Modern yang Bisa Blunder

9 Februari 2026 - 16:48 WIB

Indonesia Sebaiknya Tidak Menjadi Anggota Tetap BOP

9 Februari 2026 - 14:48 WIB

Zaitun Rasmin: Genosida Gaza Masih Berlangsung Meski Ada Gencatan Senjata

9 Februari 2026 - 12:48 WIB

Populer POLITIK