Menu

Mode Gelap
Indonesia Terseret Permainan Trump: Pakar Sebut Pemerintah Kehilangan Kedaulatan Pakar: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump Batal Demi Hukum, Presiden Langgar Konstitusi Rocky: Hanya Politik Mahasiswa yang Bermutu, Politisi Hanya Urusi Kepentingan Personal Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Peneliti: Mukjizat bagi Indonesia YLBHI Kecam Kesepakatan Prabowo dengan Trump Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung

PENDIDIKAN

Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta- Dalam ceramah Isra Miraj yang ditayangkan di kanal YouTube-nya, Ahad (11/1/2026), Profesor Muhammad Syafi’i Antonio mengajak umat Islam untuk terus “bermikraj” atau naik level dalam berbagai aspek kehidupan.

“Mikraj bukan hanya perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha, tetapi simbol bahwa kita harus naik tingkat demi tingkat dalam ilmu dan kompetensi,” ujar pakar ekonomi syariah ini.

Prof. Syafi’i menjelaskan bahwa konsep tujuh lapis langit dalam Isra Miraj bukan angka literal, melainkan simbol dari “many”—banyaknya tingkatan yang harus dicapai umat Islam. Ia mencontohkan bagaimana setelah menguasai ilmu faraid, seorang Muslim harus naik ke fikih zakat, lalu fikih ibadah, kemudian artificial intelligence, kinetic science, hingga data analytics.

“Seolah-olah kita disuruh naik ke langit kedua, ketiga, keempat. Artinya kita terus-menerus menaikkan diri. Itulah mikrajul mukmin al-yaum—mikraj kaum muslimin hari ini,” jelasnya.

Ia mengkritisi generasi Z yang kesulitan menabung dan berinvestasi karena pola konsumsi tinggi. “Investasi adalah fungsi dari saving. Saving adalah fungsi dari consumption. Seseorang tidak bisa nabung jika konsumsinya tinggi. Ini soal kesabaran untuk menangguhkan konsumsi berlebihan,” tegasnya.

Prof. Syafi’i juga menyoroti fenomena FOMO (fear of missing out) yang membuat banyak orang terjebak dalam gaya hidup konsumtif, mengikuti tren iPhone terbaru atau menghabiskan uang di kafe, alih-alih menabung untuk masa depan.

Dalam konteks teknologi, ia memperingatkan bahaya TikTok yang algoritmanya dirancang untuk membuat pengguna ketagihan. “Dalam 5 menit scrolling TikTok, entah berapa puluh video pendek yang kita lihat, bercampur antara halal, syubhat, dan haram. Tanpa akidah yang kuat, kita akan melihat hal-hal yang diharamkan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan tantangan parenting di era digital di mana informasi tidak lagi melalui filter orang tua atau guru, tetapi langsung masuk ke kamar anak melalui smartphone. “Serangan konten langsung masuk ke handphone anak kita. Ayah ibu tidak punya kesempatan untuk menyaring,” ujarnya.

Prof. Syafi’i menutup dengan mengutip Muhammad Iqbal: “Langit bukan batas bagi jiwa yang beriman.” Ia berharap umat Islam dapat terus bermikraj dalam ilmu, kompetensi, dan kontribusi untuk peradaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah

20 Februari 2026 - 15:58 WIB

Dubes Venezuela Bahas Isu Global di Prodi Hubungan Internasional Univesitas Moestopo

10 Februari 2026 - 19:35 WIB

Dubes Venezuela Bahas Isu Global di Prodi Hubungan Internasional Univesitas Moestopo

ASPIKOM Korwil Jabodetabek Matangkan Strategi Adaptasi Pendidikan Komunikasi dalam Rapat Kerja Wilayah

7 Februari 2026 - 11:45 WIB

ASPIKOM Korwil Jabodetabek Matangkan Strategi Adaptasi Pendidikan Komunikasi dalam Rapat Kerja Wilayah
Populer PENDIDIKAN