INAnews.co.id, Jakarta– Budayawan dan politikus senior Eros Djarot mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap warisan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai era tersebut telah merusak peradaban bangsa secara sistematis, termasuk dalam hal distribusi kekuatan ekonomi.
“Kenapa saya marahnya sama Jokowi itu bukan masalah apa-apa, tapi peradaban. Peradaban kita sebagai bangsa itu dirusak. Bagaimana kekuatan ekonomi hanya digeser ke satu kelompok ras tertentu,” ujar Eros dalam wawancara bersama Abraham Samad di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, Ahad (22/2/2026).
Eros menyebut meritokrasi telah dihancurkan, etika dan moral bangsa runtuh, serta terjadi disorientasi dalam berbangsa dan bernegara. Ia mencontohkan bagaimana proyek-proyek strategis nasional (PSN) disebut hanya mengalir ke kelompok tertentu, serta bagaimana nepotisme dibiarkan merajalela — termasuk saat jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi dimanfaatkan demi melanggengkan kepentingan keluarga penguasa.
“Yang diutamakan adalah menyenangkan pimpinannya, bukan menyenangkan rakyatnya,” tegas Eros.
Ia juga mengkritik narasi rasialisme yang menurutnya justru digunakan sebagai tameng oleh kelompok tertentu untuk membungkam kritik. “Rasialisme dijadikan politik tameng mereka. Sedikit saja kita bicara, langsung disikat dengan tuduhan SARA. Mana pernah kita menyentuh inti masalah kalau begini caranya,” kata Eros.






