Menu

Mode Gelap
Juli 2026, Solar Impor Indonesia Ditarget Nol Persen Transisi Energi RI Pilih Jalan Tengah: Dekarbonisasi, Bukan Penghapusan Fosil Skor Ketahanan Energi RI Naik, tapi Swasembada Masih Jauh RI Terobos Sanksi, Amankan Minyak Diskon dari Rusia Setiap Dolar Harga Minyak Naik, APBN Jebol Rp6 Triliun Diplomasi Prabowo Selamatkan Energi Indonesia

NASIONAL

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Konsistensi politik luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto dipertanyakan. Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti inkonsistensi sikap Indonesia yang sempat gencar mempromosikan diri bergabung dengan BRICS — yang secara ideologis berseberangan dengan NATO dan Amerika Serikat — namun kemudian berbalik arah dengan masuk ke dalam kesepakatan Blueprint of Peace (BOP) bersama Trump.

“Kita masuk dalam BRICS, itu artinya kita punya ideological standing yang berbeda dengan negara-negara NATO. Tapi kemudian kita ikut dalam BOP, artinya kita meninggalkan lagi ide untuk memimpin Global South,” ujar Rocky.

Ia menilai Presiden Prabowo kini berada dalam dilema psikologis dan ideologis yang nyata: kembali ke BRICS berarti dianggap meninggalkan Trump, sementara tetap bergandengan dengan Trump berarti ikut jatuh bersama pemimpin yang sedang melemah itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Diplomasi Prabowo Selamatkan Energi Indonesia

26 Mei 2026 - 20:19 WIB

Harga DMO Batu Bara tak Berubah 10 Tahun Hambat Transisi Energi

26 Mei 2026 - 06:32 WIB

Prabowo: Kebocoran Kekayaan Negara Harus Dihentikan

23 Mei 2026 - 21:50 WIB

Populer NASIONAL