INAnews.co.id, Jakarta- Sejumlah akademisi dan mantan pejabat mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar berhati-hati dengan kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait Board of Peace Gaza. Peringatan ini disampaikan langsung dalam dialog terbuka di Istana Merdeka, Rabu (4/2/2026).
Peneliti senior Ikrar Nusa Bhakti mengatakan, Trump kini hanya menyebut dirinya sebagai “Donald Trump as the president” tanpa menyebut “President of the United States of America”. Hal ini dinilai perlu diwaspadai karena dapat mengindikasikan agenda pribadi yang tidak mengikat AS sebagai negara.
“Harus ada ikatan antara Donald Trump bukan sebagai individu yang punya kekuasaan besar, tapi sebagai Presiden United States of America,” tegas Ikrar.
Para akademisi juga mengingatkan agar Board of Peace tidak keluar dari 20 butir rencana yang telah disetujui Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Dewan Keamanan PBB. Jika Board of Peace hanya menguntungkan Israel atau bertentangan dengan resolusi PBB, Indonesia disarankan menarik diri.
“Jangan sampai board of peace ini hanya membangun Gaza dari selatan sampai utara yang hanya menguntungkan Donald Trump, karena dia yang memiliki planning untuk membangun Gaza bersama anak dan menantunya,” ujar Ikrar.
Prabowo merespons positif peringatan tersebut dan menegaskan Indonesia bisa menarik diri jika delapan negara Muslim anggota Board of Peace menyatakan inisiatif ini tidak sesuai rencana bersama.






