INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa seluruh ormas Islam mendukung keputusan Presiden untuk berpartisipasi dalam Board of Peace yang diprakarsai Amerika Serikat. Indonesia akan mengirimkan pasukan perdamaian dengan tugas absolut melindungi rakyat Palestina di Gaza.
“Setelah mendapatkan penjelasan mengenai pertimbangan-pertimbangan pada level kebijakan, semua yang hadir memahami dan bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini kepada Presiden,” ujar Yahya Cholil usai pertemuan di Istana Kepresidenan, Selasa.
Pertemuan yang dihadiri 16 pimpinan ormas Islam serta sejumlah kiai sepuh dan pemimpin pondok pesantren dari berbagai daerah tersebut membahas secara ekstensif strategi Indonesia dalam membantu Palestina.
Yahya Cholil menjelaskan, partisipasi Indonesia dalam Board of Peace akan diiringi konsolidasi dengan negara-negara Islam dan Timur Tengah lainnya. “Hal-hal yang nanti dilakukan dalam dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya menjadikan hal itu sebagai motivasi mereka,” katanya.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin menambahkan, para pemimpin ormas menekankan bahwa kepentingan Palestina bukan hanya damai, tapi benar-benar merdeka. “Ini disampaikan dengan jelas dan alhamdulillah Bapak Presiden menerima baik semua masukan,” ungkapnya.
Untuk mendukung agenda besar-besaran di Gaza, para partisipan Board of Peace diminta memberikan iuran yang akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan Palestina. Presiden menegaskan semua akan dilakukan dengan kewaspadaan dan prinsip yang tidak bisa ditawar untuk membela rakyat Palestina, tidak hanya di Gaza tetapi juga di Tepi Barat.






