INAnews.co.id, Jakarta– Indonesia yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia ternyata belum mampu mendominasi pasar produk halal global, bahkan masih tertinggal dari negara-negara non-muslim dalam ekspor komoditas halal seperti daging. Hal itu diungkapkan peneliti Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Handi Risza, saat diwawancarai melalui kanal YouTube INDEF, Jumat (20/2/2026).
“Kita masih jauh berada di bawah beberapa negara, bahkan negara-negara non-muslim sekalipun, terutama yang memproduksi daging yang diekspor ke negara-negara OKI atau negara muslim,” ujar Handi.
Mengacu pada State of the Global Islamic Economy Report 2024–2025, Indonesia memang berada di posisi ketiga dari enam kluster ekonomi Islam, yang mencakup makanan dan minuman, fashion, media dan rekreasi, serta keuangan. Namun posisi itu dinilai belum mencerminkan potensi sesungguhnya, mengingat jumlah penduduk muslim Indonesia mencapai sekitar 260 juta jiwa.
Handi menegaskan, Indonesia masih harus bekerja keras, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun menembus pasar internasional di kawasan Timur Tengah, Eropa, Asia, dan Afrika. “Potensinya besar, tapi kita masih harus bekerja keras untuk bisa mencapai produksi dan standar yang bisa diekspor,” katanya.






