INAnews.co.id, Jakarta– Mekanisme pembayaran iuran keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BOP) senilai USD 1 miliar atau setara Rp 16 triliun masih menjadi pertanyaan besar.
Mantan Dubes Bunyan Saptomo menyarankan agar Indonesia bisa menegosiasikan ulang skema pembayaran, mengingat Indonesia berencana mengirimkan pasukan ke Gaza.
“Negara Timur Tengah dan Arab saja tidak ada yang berani kirim pasukan. Kita berani kirim pasukan, harusnya bisa nego tidak usah bayar iuran. Kontribusi orang bukan dana,” ujar Bunyan dalam acara Indonesia Leaders Talk sesi ke-259, Jumat (30/1/2026).
Ia juga mengusulkan Trump sebagai pemegang saham terbesar harus menanggung minimal 50 persen dari total dana rekonstruksi Gaza yang diperkirakan USD 25 miliar. “Kalau suaranya terbesar dan dominan, sebagai pemegang saham terbesar iurannya harus terbanyak minimal 50 persen,” tegasnya.
Peneliti Indriana Kartini mengingatkan bahwa iuran BOP jauh lebih besar dari iuran keanggotaan Indonesia di ASEAN. “Pak Menteri Keuangan juga sudah mulai hitung-hitung apakah APBN kita mampu membayar iuran tersebut,” katanya.






