Menu

Mode Gelap
Prabowo di US-Indonesia Business Roundtable Summit: Indonesia Bukan Pasar Biasa Ironi Penegakan Hukum: Aktivis Literasi Diburu, Massa Penjarah Terorganisir Lolos Tragedi Berdarah Agustus: Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Pasca-Reformasi 125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah Lingkungan Hidup di Kaimana: Harmoni Alam yang Perlu Dijaga Bersama Prabowo di Washington: RI Tak Pernah Sekali Pun Gagal Bayar Utang

NASIONAL

Kirim Prajurit ke Gaza tanpa Mandat PBB, Indonesia Ambil Risiko Besar

badge-check


					Foto: dok. AFP Perbesar

Foto: dok. AFP

INAnews.co.id, Jakarta– Rencana pengiriman sekitar 8.000 personel militer Indonesia ke wilayah Gaza dalam kerangka Board of Peace (BOP) menuai kritik tajam dari peneliti senior Ikrar Nusa Bhakti. Ia menilai langkah itu berbahaya dan merugikan kepentingan nasional apabila dilakukan di luar naungan United Nations Peacekeeping Force.

“Kita tidak usah mengirim pasukan militer kita ke wilayah Gaza kalau mereka tidak menggunakan baret biru PBB,” tegas Ikrar dalam pernyataannya, Rabu (18/2/2026).

Ikrar mempertanyakan dasar mandat pengiriman pasukan tersebut. Tanpa payung hukum PBB, ia khawatir para prajurit yang gugur di lapangan tidak akan mendapat pengakuan dan penghargaan negara yang selayaknya sebagai pahlawan.

Kekhawatiran itu diperparah oleh sikap Hamas yang secara tegas menolak kehadiran pasukan asing di wilayah Gaza. Hamas bahkan menyatakan hanya akan memperkenankan pasukan asing beroperasi di luar Gaza — yang berarti sebagian pasukan berpotensi ditempatkan di wilayah Israel.

Ikrar mengingatkan bahwa konflik di Gaza masih berlangsung. Ia mencatat bahwa pada malam sebelum pernyataannya, sebuah gedung dibom Israel dan menewaskan 67 orang, sementara serangan Israel di Gaza belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo di US-Indonesia Business Roundtable Summit: Indonesia Bukan Pasar Biasa

20 Februari 2026 - 20:55 WIB

Tragedi Berdarah Agustus: Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Pasca-Reformasi

20 Februari 2026 - 16:47 WIB

Peneliti Minta Indonesia Mundur dari BOP

19 Februari 2026 - 13:57 WIB

Populer NASIONAL